Bos BI: Rupiah Melemah 2,26 Persen Sejak Akhir Desember 2020

Bos BI: Rupiah Melemah 2,26 Persen Sejak Akhir Desember 2020
Rupiah. ©2013 Merdeka.com
UANG | 18 Maret 2021 15:05 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mencatat, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) mengalami depresiasi atau pelemahan sebesar 2,26 persen sejak akhir Desember hingga hari ini, Kamis (18/3). Pelemahan mata uang hampir terjadi di seluruh negara.

"Dibandingkan dengan sejumlah negara pelemahan nilai tukar Rupiah year to date dari akhir tahun 2020, 31 Desember hingga hari ini mencatat depresiasi 2,26 persen," ujar Perry dalam konferensi pers online, Jakarta.

Perry mengatakan, tingkat depresiasi ini lebih rendah dibanding negara emerging market lain seperti Brasil, Meksiko, Korea Selatan dan Thailand. Faktor pelemahan ini dipicu oleh ketidakpastian keuangan global.

"Ketidakpastian pasar keuangan global meningkat yaitu dikaitkan dengan reaksi pasar terhadap besarnya stimulus fiskal Amerika Serikat dan pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang lebih cepat," jelasnya.

Meski demikian, ke depan mata uang Garuda diyakini masih akan terjaga mengingat bank sentral Amerika Serikat (The Fed) belum akan mengubah kebijakan moneternya. Hal ini kemudian bisa menjadi acuan menjaga stabilitas nilai tukar.

"Meskipun The Fed belum akan mengubah kebijakan moneternya, penguatan Dolar ini memberi tekanan terhadap seluruh mata uang di dunia. Langkah stabilisasi yang kita lakukan menjaga nilai tukar tentu saja masih terjangkau," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.427 per USD
Rupiah Melemah Jelang Pengumuman Hasil Rapat The Fed
Tertekan Imbal Hasil Surat Utang AS, Rupiah Ditutup Melemah di Rp14.410 per USD
Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.403 per USD
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp14.385 per USD

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami