Bos BI Tegaskan Tak akan Cetak Uang untuk Tangani Corona

Bos BI Tegaskan Tak akan Cetak Uang untuk Tangani Corona
UANG | 6 Mei 2020 11:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan BI tidak akan melakukan pencetakan uang kartal untuk penanganan pandemi Covid-19. Sebab, pencetakan uang bukan merupakan praktik kebijakan yang lazim dan prudent dilakukan oleh bank sentral.

Hal ini menjawab rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPR agar BI kembali mencetak uang hingga Rp600 triliun sebagai penopang dan opsi pembiayaan yang dibutuhkan oleh pemerintah.

Sebelumnya, BI telah mencetak uang baru pada awal April 2020 untuk mengganti uang yang di karantina, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona lewat uang tunai. Dengan demikian, persediaan uang tunai saat ini sudah cukup dan bisa digunakan sampai 6 bulan ke depan.

"Ini mohon maaf, kebijakan itu tidak lazim dengan kebijakan moneter yang prudent. Agar Masyarakat paham, mohon pandangan itu tidak lagi disampaikan. Pandangan itu tidak akan dilakukan di BI," kata Perry, Rabu (6/5).

Menurutnya, mekanisme pengedaran uang kartal dan logam, sesuai Undang-undang Mata Uang mengenai perencanaan, pencetakan, dan pemusnahan uang, dilakukan melalui koordinasi Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan. Sementara jumlah nya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang diukur dari pertumbuhan konomi dan inflasi.

"Jadi tidak ada BI cetak uang lalu dibagi-bagi ke masyarakat, ora ono kui. Jangan menambah kebingungan masyarakat. BI cetak uang untuk tangani covid, itu bukan kegiatan yang lazim di bank sentral dan termasuk BI," kata Perry.

Baca Selanjutnya: Rekomendasi Banggar DPR RI...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami