Bos BI: Teknologi Digital Bisa Percepat Keuangan Syariah

UANG | 13 November 2019 16:51 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta kepada para pelaku ekonomi dan keuangan syariah untuk terus memanfaatkan perkembangan teknologi. Mengingat, kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi akan membuat nilai ekonomi dan keuangan syariah semakin tumbuh pesat.

"Saya ingin berbicara dalam pertemuan ini bagaimana teknologi digital bisa mempercepat keuangan ekonomi syariah di Indonesia dan di mana saja. Bagaimana transformasi teknologi ini bisa melayani lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan umat," ujarnya di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).

Dia meyakini melalui digitalisasi, kegiatan ekonomi dan keuangan syariah ke depan akan memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. Tak hanya di kota-kota besar namun juga menjangkau daerah-daerah kecil lainnya.

"Saya bertanya ke diri saya dapatkah ekonomi syariah mempercepat kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan secara cepat. Apakah kita bisa melakukan itu? Jawaban saya adalah iya," ujar Perry.

Melalui digitalisasi, kegiatan ekonomi dan keuangan syariah juga akan memudahkan masyarakat di daerah untuk berkegiatan ekonomi. Misalnya, petani dan pelaku UMKM di daerah yang membutuhkan pendanaan bisa difasilitasi oleh perusahaan finansial berbasis teknologi (fintech) syariah.

"Transformasi digital dapat mempercepat pendanaan ekonomi islam dari desa kecil saya di Solo, Jawa Tengah sampai ke Abuja di Nigeria. Cukup. dengan sekali klik di telepon genggam," pungkas dia.

1 dari 2 halaman

Jadi Arus Baru Perkembangan Ekonomi RI

Bank Indonesia (BI) terus mendukung langkah pemerintah untuk memajukan ekonomi syariah di Indonesia. Ini dilakukan agar ke depan ekonomi syariah dapat menjadi arus baru ekonomi di Tanah Air.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan Indonesia saat ini menjadi pemain besar di dalam ekonomi keuangan syariah di dalam negeri maupun di dunia. Tentu saja ini tidak terlepas dari peranan pemerintah selama ini.

"Komitmen tinggi dari Presiden Jokowi. Demikian juga Wakil Presiden yang sudah menggariskan ekonomi syariah akan menjadi arus baru perkembangan ekonomi di Indonesia," kata Perry di acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).

Perry menyampaikan, komitmen pemerintah dalam memajukan keuangan ekonomi syariah terlihat jelas di dalam visi dan misi presiden. Hal itu tercermin apabila dilihat beberapa tahun terakhir yakni dengan berkembangnya ekonomi di pesantren, UMKM, dan industri halal di Indonesia yang demikian maju.

Sejalan dengan itu, Perry juga mengajak seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk sama-sama dalam memajukan ekonomi keuangan syariah ke depan. Dengan kekuatan bersama maka diharapkan ekonomi syariah ke depan akan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemerintah.

2 dari 2 halaman

Tangkal Pelemahan Ekonomi Global

Perry mengatakan, perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air dapat memberi sinyal positif di tengah melambatnya perekonomian global. Sebab, potensi pasar keuangan syariah sendiri cukup besar untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

"Perkembangan ekonomi syariah tidak hanya tingkatkan inklusi keuangan Indonesia, tapi juga dalam rangka menangkal kondisi pelemahan dunia," kata Perry.

Saat ini baru ada sekitar 40 persen inklusi keuangan dari ekonomi Indonesia. Dengan berkembangnya ekonomi syariah, maka untuk mencapai angka 100 persen bukan lagi tidak mungkin.

Apalagi pemerintah juga terus mendorong beberapa segmentasi yang menjadi kekuatan pasar ekonomi syariah. Di antaranya yakni melakukan pengembangan di lini pesantren, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), industri pariwisata, industri halal hingga yang lainnya.

"Itu adalah pasar potensi sumber dari daya dukung ekonomi segmen itu perlu dikembangkan. Sehingga jadi daya dukung ekonomi ke depan dalam rangka mitigasi hadapi dampak global ekonomi," tandas dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Peran Bank Indonesia dalam Meningkatkan Ekonomi Syariah
Ma'ruf Amin Minta Indonesia Jadi Produsen Produk Halal
Perkuat Ekonomi Syariah, Pemerintah Akan Revisi Perpres KNKS
BI : Ekonomi Syariah Akan Jadi Arus Baru Perkembangan Ekonomi RI
BI Dorong Pesantren untuk Go Digital
BI Gandeng BPS Hitung PDB Halal Indonesia