Bos BKPM akui 1,5 tahun lalu menteri Jokowi sempat saling serang

UANG | 8 Februari 2017 13:16 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Kepala badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong mengaku koordinasi antar kementerian dan lembaga tak berjalan dengan baik.Hal ini sesuai pengalamannya selama menjadi Menteri Perdagangan lalu.

"Satu tengah tahun lalu Kementerian jalan sendiri, sekarang sudah cair. Apalagi, di Kementerian Perdagangan, dirjen jalan sendiri," ujar Thomas saat acara Seminar Publik Paradigma Baru Kebijakan Ekonomi Indonesia di Kantor Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Rabu (8/2).

Namun, lanjut dia, saat ini menteri yang tergabung Kabinet kerja sudah mulai bersatu padu menanggapi masalah dalam negeri maupun luar negeri. Terbukti, kata Thomas, tak ada menteri kabinet kerja yang berseteru dalam menanggapi persoalan.

"Sepertinya kita sepakat sejak reshuffle kedua menteri cair, kan sebelumnya sesama menteri saling serang," katanya.

Apalagi, kata dia, saat ini seluruh menteri kabinet kerja mempunyai group WhatsApp untuk berdiskusi menyelesaikan masalah, misalnya isu tenaga kerja yang diselesaikan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

"Sekarang banyak WA grup sesama menteri untuk memecahkan masalah diskusi di WA grup misalnya pak Menaker dan pak Yasonna kita diskusi isu tenaga kerja," jelas dia.

Hal ini, tambah Thomas, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa segala sesuatu harus dilakukan kerja sama. "Kemarin Presiden futsal dengan wartawan enggak malu itu biasa selayaknya segala sesuatu harus team work," pungkasnya. (mdk/sau)


Bos BKPM akui 1,5 tahun lalu menteri Jokowi-JK sempat saling serang
Bos BPKM beberkan 5 kendala investasi di Indonesia, termasuk pajak
Bos BKPM: Semua negara tengah berlomba tarik investasi
Bos BKPM: Investor Eropa prihatin dengan tenaga kerja kita
Grab tanamkan modal USD Rp 9,3 triliun di Indonesia
BKPM: Investasi Eropa di RI capai Rp 177 T, mayoritas masih di Jawa
Bos BKPM: Banyak perusahaan AS minta maaf karena kebijakan Trump

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.