Bos BKPM Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Tak Hanya Kejar Posisi PNS

Bos BKPM Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Tak Hanya Kejar Posisi PNS
UANG | 29 Juni 2020 09:40 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta lulusan perguruan tinggi untuk mengubah pola pikir dengan tidak hanya mengandalkan lapangan pekerjaan dari jalur Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab jika pola pemikiran itu tetap dipertahankan, dia meyakini ke depannya perguruan tinggi akan jadi epicentrum baru pengangguran intelektual.

"Menurut saya, kita mengharapkan untuk anak-anak kita diterima lewat PNS atau pegawai BUMN. Kalau pikiran ini yang akan dijadikan rujukan saya dapat memastikan, bahwa seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dari Aceh maupun Papua itu akan jadi pabrik pengangguran intelektual," kata Bahlil dalam webinar via YouTube, ditulis Senin (29/6).

Oleh karenanya, Bahlil meminta lulusan perguruan tinggi di Indonesia harus mampu menciptakan lapangan kerja di bandingkan retorika semata. Mengingat di era pasca pandemi Covid-19 ini, investasi menjadi bagian penting dari penyelamatan perekonomian saat ini.

"Memang rata-rata kita di Indonesia ini tamatan perguruan tinggi kita jago baca buku, jago bikin puisi dan jago pidato lebih hebat daripada bikin mesin, ini problem kita. Jadi, kalau bisa aktivis ini jangan cuma berdebat saja kerjanya," imbuhnya.

Dia menekankan pentingnya investasi bagi keberlangsungan sebuah negara. Lewat investasi pula suatu negara akan dapat menjalankan roda perekonomiannya dengan baik.

Menurutnya, investasi berdampak positif pada penyediaan lapangan pekerjaan di Tanah Air. Selan itu, investasi juga dapat meningkatkan devisa negara untuk pembiayaan berbagai program pemerintah. "Jadi, investasi ini sangat penting. Yakni pertama dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan kedua bagaimana meningkatkan pendapatan negara secara lebih," imbuhnya.

Mantan Ketua Umum Hipmi tersebut mengatakan saat ini sektor pajak menjadi bagian penting untuk penerimaan negara. Di mana, 76 persen dari total pendapatan negara diperoleh dari sektor pajak, terbanyak pajak badan. (mdk/azz)

Baca juga:
Lindungi Netralitas PNS, Kemendagri akan Buat SKB Jelang Pilkada 2020
Gubernur Babel Tegaskan ASN Terlibat Narkoba Langsung Dipecat
Menpan RB Minta ASN yang Terjerat Kasus Narkoba Ditindak Tegas
Menpan RB Tjahjo Minta ASN Terpapar Radikalisme Tak Diberi Jabatan Penting
Pemerintah Beri Santunan Rp341 Juta untuk PNS yang Gugur Tangani Corona
PNS Diminta Terapkan Sistem Kerja Baru di Era New Normal

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami