Bos BKPM: Investor Bakal Diperlakukan Seperti Raja

UANG | 18 November 2019 17:01 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan menerapkan strategi pelayanan untuk menggaet investor baik asing maupun lokal. Para calon investor akan diberi layanan bak raja mulai dari dijemput di bandara dengan mobil mewah, ditraktir makan hingga diantar sampai ke hotel tempat menginap.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebutkan hal ini untuk memastikan layanan yang selama ini kerap dikeluhkan oleh calon investor. Layanan ini akan mulai diterapkan per 1 Januari 2020 mendatang.

"Saya wacanakan 2020, setiap investasi mau masuk, dari asing maupun dalam negeri kalau benar mau investasi, kita jemput di airport. Kasih karpet merah. Misal dari Sulteng mau ke BKPM pusat, dia telpon dia butuh A B C D, nanti ada satgas internal jemput di airport ditunjukin ke hotelnya," kata dia, di Hotel ShangriLa, Jakarta, Senin (18/11).

"Kita ajak makan, makan gratis, antar gratis, hotel bayar sendiri. Haha. Ini memastikan strategi pelayanan yang selama ini mereka keluhkan," dia menambahkan.

Namun, jika ingin memperoleh layanan bak raja tersebut, investor harus memberi kabar terlebih dahulu minimal H-3 sebelum hari kedatangan.

"Pelayanan ini kepada teman-teman baik investor asing maupun dalam negeri yang mau ke Jakarta untuk melakukan koordinasi dengan BKPM cukup kasih tahu saja h-3 atau h-4 nanti kami umumkan secara resmi nanti kita jemput di airport, untuk memuaskan mereka, investor ini kan raja sekarang. Kita harus melayani mereka seperti raja," ujarnya.

Hal seperti ini, kata dia, telah diterapkan di Jawa Tengah saat menyambut calon investor yang ingin melakukan relokasi pabrik dari Shandong China ke daerah tersebut.

"Jateng tuh ada 53 perusahaan relokasi dari Shandong. Turun pesawat dijemput, ke jateng ditemani. Busnya kita bayar. Kita mau pastikan, selama ini dianggap BKPM atau Indonesia gak ramah investasi. Kita ubah itu," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Investasi Asing Terkendala Masuk RI

Bahlil mengatakan, animo investor asing masuk ke Indonesia tidak menurun. Saat ini, sebanyak Rp700 triliun investasi siap antre masuk ke Indonesia. Hanya saja, investasi itu terkendala berbagai masalah domestik.

"FDI ini sudah di depan pintu. Tapi tidak bisa masuk dan berinvestasi ke dalam negeri. Sebab masalah-masalah sepele dan klasik, berputar-putar, izin-izin, rekomendasi, regulasi perpajakan, dan ketersediaan lahan," kata Bahlil saat menerima Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (12/11).

Dia menambahkan, saat ini sebanyak 24 perusahaan siap berinvestasi sebesar Rp700 triliun ke Indonesia. Perusahaan tersebut siap masuk ke berbagai sektor usaha. Hanya saja, investasi tersebut hanya berakhir pada level komitmen. Sebab, hambatan berinvestasi di Indonesia terlalu besar.

"Dengan rumitnya regulasi sektoral, berbelit-belit membuat banyak investor ini balik badan kembali ke negaranya masing-masing. Dia bertahun-tahun susah dapat selembar surat. Jangankan pengusaha luar, investor dalam negeri pun bisa lari," imbuhnya.

Dengan demikian, BKPM akan fokus membenahi persoalan domestik, di samping terus mempromosikan investasi di Indonesia. "Kita akan benahi soal kewenangan perizinan sektoral, perpajakan, dan pengadaan lahan. Kita juga akan selesaikan masalah koordinasi di daerah," jelasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Membongkar Penyebab Investasi Indonesia Kalah Dibanding Vietnam
Kepala BKPM Minta Formulir Perizinan Bisa Diringkas
Per 14 November, Dana Kelola Reksadana Turun Jadi Hanya Rp551 Triliun
4 Jurus Bos BKPM Tingkatkan Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
Tingkatkan Inklusi Keuangan, Tokopedia Gelar Kampanye #InvestasiAjaDulu
Pemerintah Serius Tingkatkan Investasi Sektor Manufaktur