Bos BKPM Klaim Telah Selesaikan Investasi yang Terhambat Senilai Rp128 Triliun

Bos BKPM Klaim Telah Selesaikan Investasi yang Terhambat Senilai Rp128 Triliun
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
EKONOMI | 13 Desember 2019 16:57 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, sebanyak 24 perusahaan siap berinvestasi sebesar Rp708 triliun ke berbagai sektor usaha di Indonesia. Namun, investasi tersebut hanya berakhir pada level komitmen, sebab hambatan berinvestasi di Indonesia terlalu besar.

Meski demikian, sejak menjabat sebagai Kepala BKPM dua bulan lalu, pihaknya telah menyelesaikan Rp128 Triliun potensi investasi tersebut. Seperti hari ini, BKPM menyelesaikan sengketa lahan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan Lotte Chemical yang bernilai investasi USD 4,2 M.

"Kemarin juga PLTU di Jawa Barat itu juga selesai kan itu investasinya Rp37 triliun jadi hampir 2 bulanan ini kami dari BKPM udah bisa merealisasikan bersama dengan tim BKPM dan kejaksaan sekitar Rp128 triliun. Potensi investasi yang 2020 mulai realisasi. Jadi utang saya dari Rp700 triliun masih ada Rp500 triliun," kata Bahlil, di kantornya, Jakarta, Jumat (13/12).

Penyelesaian-penyelesaian potensi investasi yang terhambat tersebut akan dilakukan dengan melibatkan kejaksaan agung. "Besok kita akan selesaikan kasus investasi dengan potensi Rp60 triliun di Batam itu terkait dengan pengelolaan kawasan industri di 1 Pulau," ujarnya.

Adapun permasalahan yang paling banyak ditemui adalah terkait lahan, perizinan, Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang belum selesai dan masih banyak lagi. "Kami sudah kerjasama kan dengan Kejaksaan untuk menyelesaikan itu termasuk dalam angka Rp700 triliun (potensi investasi yang terhambat)," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Tambahan Investasi...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami