Bos BKPM Mulai Khawatir Virus Corona Berdampak Pada Investasi

Bos BKPM Mulai Khawatir Virus Corona Berdampak Pada Investasi
Bahlil Lahadalia. ©2015 Merdeka.com
UANG | 24 Februari 2020 21:37 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mulai mengkhawatirkan dampak virus corona terhadap aliran investasi di Tanah Air. Kekhawatiran ini menguat jika wabah itu terus berlanjut hingga Maret mendatang.

"Sampai sekarang, realisasi investasi kita nilainya sampai dengan Februari, masih bagus. Harapan saya corona ini bisa cepat berlalu. Tapi kalau corona ini lanjut sampai dengan bulan Maret, kemungkinan besar ada dampaknya," kata Bahlil Lahadalia ditemui di Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jakarta, Senin (24/2).

Menurut Bahlil Lahadalia, penurunan investasi dari China menjadi yang paling dikhawatirkan karena wabah virus corona. Pasalnya, dia menilai dampak virus tersebut sistematik, masif, dan terstruktur.

Meski hingga saat ini, diakuinya dampak virus corona belum berpengaruh terhadap aliran investasi yang masuk. Bahkan, investasi dari negara lain, selain China masih berjalan normal.

"Bulan Maret kami akan hitung berapa persentase pengaruhnya terhadap realisasi investasi. Itu kita hitung dari China," kata Bahlil Lahadalia.

Sepanjang 2019 China menjadi negara kedua yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia dengan total USD 4,7 miliar.

China berada di bawah Singapura yang investasinya mencapai USD 6,5 miliar, disusul Jepang dengan USD 4,3 miliar, Hong Kong USD 2,9 miliar, dan Belanda sebesar USD 2,6 miliar.

Baca Selanjutnya: Realisasi Investasi 2019 yang Lewati...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami