Bos BKPM Sebut Pemindahan Ibukota Beri Angin Segar Bagi Investor

UANG | 30 April 2019 15:51 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut rencana pemindahan ibukota dapat menjadi angin segar dan membawa sentimen positif bagi para investor jika sudah terealisasi.

"Jadi dari sisi upaya investasi kita sambut sangat baik, sangat positif andai kata perpindahan ibu kota bisa benar-benar dijalankan," kata Thomas d kantornya, Selasa (30/4).

Dia menjelaskan, estimasi anggaran pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa yang tidak sedikit, yaitu sekitar Rp 466 triliun atau setara USD 33 miliar dapat menjadi kesempatan bagi para investor. Sebab dana pemindahan tersebut dapat diperoleh dan dipenuhi dari berbagai skema pembiayaan, tidak hanya mengandalkan APBN.

Sumber pendanaan pemindahan ibu kota bisa didapat melalui skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU), BUMN, dan swasta murni. Hal tersebut tentu akan dipandang sebagai kesempatan emas bagi para investor.

"Perpindahan ibu kota tentu berpotensi jadi stimulan investasi dalam skala sangat besar. Jadi kalau wacananya proyek USD 33 miliar atau lebih dari Rp 400 triliun tentu jumlah investasi yang sangat besar," ujarnya.

Kendati demikian, tidak hanya dampak positif yang dapat timbul dari pemindahan ibu kota. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diwaspadai terutama dalam mendorong dunia investasi di ibu kota yang baru.

Dia menyebutkan, di ibu kota yang baru harus betul-betul dikembangkan benar-benar mengikuti perkembangan zaman sesuai kebutuhan abad 21 supaya menarik di mata investor. "Tapi tentunya hidup di abad 21 sangat beda dengan abad 20. Jadi kalau bangun ibu kota baru visioner dan langsung loncat ke industri 4.0, teknologi-teknologi tercanggih," ujarnya.

Contohnya di beberapa negara yang dapat diadopsi mengenai kemajuan teknologinya. Di negara lain, saat ini ada yang sudah menerapkan angkutan kargo dengan menggunakan drone.

Kemudian desain kota harus dibuat modern dan canggih, dilengkapi kendaraan otonom alias tanpa pengemudi, dan sistem transportasinya berbasis listrik bukan BBM. Menurutnya, desain pemindahan ibukota tersebut akan menciptakan investasi dengan produktivitas tinggi.

Baca juga:
Ibu Kota Pindah, Pemerintah Ingin Lokasi Baru Punya Akses Langsung ke Pantai
Bos Bappenas: Pemindahan Ibukota Harus Pertimbangkan Mitigasi Bencana
Bappenas Soal Ibu Kota Pindah: Jakarta Tetap Akan Dikembangkan
Jokowi Ungkap 3 Opsi Daerah di Luar Jawa untuk Ibu Kota Baru
Bertemu Sejumlah Dubes, Anies Sempat Bahas Wacana Ibu Kota Pindah
Menteri Basuki Beberkan Urgensi Ibu Kota Pindah Keluar Jawa

(mdk/azz)