Bos BKPM Yakin Investasi Menanjak Usai Pemilu dan Ramadan, ini Alasannya

UANG | 18 Juni 2019 11:59 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, mengaku tidak cukup puas dengan kinerja investasi Indonesia dalam lima tahun terakhir. Meski investasi mengalami pertumbuhan, masih cukup banyak hal yang harus diperbaiki.

"PR kita banyak sekali dan banyak kalangan masyarakat tidak puas, saya juga tidak puas, masih jauh dari puas. Saya rasa presiden juga begitu," kata dia, dalam acara halal bihalal, di Kantornya, Jakarta, Selasa (18/6).

Oleh karena itu, dia berharap kinerja investasi dapat tumbuh lebih cepat lagi di tahun-tahun berikutnya. Dia pun mengungkapkan sejumlah faktor yang bakal mendukung peningkatan kinerja investasi. Salah satunya kondisi politik yang membaik pasca pemilu.

"Hemat saya, Idulfitri bulan suci Ramadan tahun ini sangat berkah sekali, karena alhamdulillah pemilihan umum bisa berjalan secara tertib bebas adil dan jujur, pada umumnya aman," ungkapnya.

"Saya sudah melihat tanda-tanda berbagai kalangan, berbagai kubu mulai move on mulai bicara 5 tahun ke depan kita maunya apa, mulai kerjasama satu kalangan dan kalangan lain, lintas daerah kelembagaan," imbuhnya.

Kondisi perekonomian domestik pun menunjukkan peningkatan. Meningkatnya peringkat Indonesia di beberapa lembaga rating kelas dunia, semisal S&P bakal menjadi modal untuk menarik investasi masuk.

"Secara umum kalau saya lihat kemana-mana suasana sangat baik, bahwa kita ada upgrade dari S&P itu bonus, untuk meningkatkan memperbaiki ekonomi," jelas dia.

Karena itu dia meminta semua elemen bangsa untuk bekerja sama, termasuk para investor bahu-membahu dan tidak ragu memberikan masukan demi perekonomian Indonesia yang lebih moncer lagi. "Makanya kritik dan masukan ide (tentang investasi), counselor dan i feel this year, Ramadan dan Idulfitri berkah," tandasnya.

Baca juga:
Pertamina dan Aramco Sepakat Perpanjang Kerjasama Pengembangan Kilang Cilacap
Ini Penyebab Investasi Indonesia Kalah dari Vietnam
Sri Mulyani Target Investasi Tumbuh 7,4 Persen Dalam APBN 2020
Imbas Perang Dagang, Airlangga Sebut Indonesia Masih Miliki Peluang
Hingga 11 Juni, BI Catat Modal Asing Masuk RI Capai Rp 112 Triliun
Sri Mulyani Ungkap Kebutuhan Investasi RI Capai Rp5.832 Triliun di 2020
Belum Ada Kesepakatan, Pertamina Tawarkan Skema Baru Pembangunan Kilang Cilacap

(mdk/bim)