Bos BRI: Penyaluran Kredit Kita Lebih Baik Dibandingkan Industri

Bos BRI: Penyaluran Kredit Kita Lebih Baik Dibandingkan Industri
Direktur Utama BRI Sunarso. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 14 Juni 2021 17:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso mengklaim bahwa BRI masih menunjukkan kinerja yang positif dibandingkan industri keseluruhan. Hal itu terbukti dari pertumbuhan kredit BRI masih mampu tumbuh 1,4 persen dibanding kredit industri (minus) - 3,8 persen.

"Jika dibandingkan dengan industri contoh adalah pertumbuhan kredit, BRI masih mampu tumbuh 1,4 persen dibandingkan industri tumbuhnya - 3,8 persen . Kemudian kalau deposit itu kita tumbuh 2 persen, tapi secara industri tumbuh 9,5 persen," kata Sunarso dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Senin (14/6).

Menurutnya, kinerja industri perbankan masih mengalami stagnasi dalam penyaluran kredit. Pertumbuhan dana masyarakat yang tinggi ternyata sulit disalurkan dalam bentuk kredit.

Sunarso membandingkan Net Interest Margin (NIM) antara BRI dengan industri. NIM BRI masih mencatatkan 7 persen sedangkan NIM industri hanya 4,62 persen. Begitupun dengan Non-performing loan (NPL) BRI dikisaran 3,12 persen, sementara NPL industri 3,17 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI diangka 19,4 persen, sedangkan CAR industri 24 persen.

"Artinya (BRI) masih lebih baik dibandingkan rata-rata industri," imbuhnya.

Kemudian, Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan secara keseluruhan BRI diangka 86,77 persen sedangkan LDR perbankan industri hanya 80,93 persen. "Di sinilah saya katakan bahwa likuiditas bukan menjadi masalah tapi tantangan memang adalah bagaimana menyalurkan kredit," katanya.

Baca Selanjutnya: Kinerja Hingga Maret 2021...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami