Bos Bulog Soal Krisis Pangan: Tak Usah Khawatir, Kita Sekarang Masih Panen

Bos Bulog Soal Krisis Pangan: Tak Usah Khawatir, Kita Sekarang Masih Panen
UANG | 14 Juli 2020 11:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso buka suara soal isu ancaman krisis pangan di masa pandemi saat ini. Rumor tersebut muncul setelah Organisasi Pangan Dunia (FAO) memprediksi kekeringan bakal melanda negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Dia mengatakan, ketahanan pangan Indonesia saat ini masih cukup baik, khususnya untuk beras. Itu lantaran dukungan cuaca yang bersahabat, sehingga beberapa wilayah di Nusantara siap memasuki musim panen fase kedua.

"Untuk Indonesia tidak usah khawatir, karena cuaca kita tidak seekstrim di luar. Prediksi kita sebelumnya sekarang sudah tidak panen, tapi sekarang masih panen di beberapa wilayah," ujar dia dalam sesi bincang virtual, Selasa (14/7).

"Bahkan di beberapa wilayah sekarang sudah mulai tanam lagi, jadi akan ada panen lagi. Jadi kekuatan pangan kita boleh dikatakan masih stabil," imbuhnya.

Namun demikian, Bulog tetap bersiap-siap terhadap kemungkinan terburuk. Seperti lewat penyerapan gabah guna mengantisipasi masa paceklik beras yang biasa dimulai tiap September.

"Kita juga sudah persiapkan kemungkinan terburuk. Gabah juga sudah disiapkan. Tapi saya yakin dengan perhitungan, cuaca kita tidak sekestrim di negara-negara lain," tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut juga menyatakan bahwa konsumsi pangan masyarakat Indonesia bukan hanya beras. Buwas menyoroti ketersediaan sagu di Papua yang melimpah, meski kini posisinya mulai tergantikan oleh kebutuhan konsumsi beras.

"Tapi jangan hanya lihat pangan dari sisi beras. Ada kentang, umbi-umbian, itu harus dikelola dengan baik. Kalau kita mau bicara sagu di Papua, itu ada 450 juta ton per tahun produksinya. Ini kekuatan," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Bulog Salurkan Beras Premium Sebanyak 46.546 Ton Periode 1-15 Juni
Semester I-2020, Bulog Serap Gabah Petani 700.000 ton
Ramai-Ramai BUMN Tagih Utang ke Pemerintah
Dirut Bongkar Alasan Impor Bulog Kalah Cepat dari Swasta
Bos Bulog Tagih Utang Pemerintah Rp2,61 Triliun
Bos Bulog Curhat ke DPR: Sampai Sekarang Kita Belum Punya Gudang Beras

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami