Bos Bulog Tak Yakin Bisa Serap 1,8 Juta Ton Beras di 2019

UANG | 20 September 2019 17:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Perum Bulog pesimis target penyerapan beras sebanyak 1,8 juta ton sepanjang 2019 ini akan tercapai. Namun demikian, stok beras dalam negeri dipastikan tetap aman hingga akhir tahun.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso melaporkan, hingga saat ini pihaknya baru berhasil menyerap beras sebesar 1,1 juta ton. Dia pun hanya bisa menyanggupi serapan beras tambahan antara 200-300 ribu ton.

"Menurut saya sih kita maksimal sampai terakhir ini masih bisa tambah 200-300 ribu (ton) sampai akhir (tahun) selesai. Kita enggak bisa lagi, karena sudah tidak ada lagi produksi," ujar dia di Jakarta, Jumat (20/9).

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Buwas ini meyakini stok beras yang dimiliki negara saat ini masih terhitung aman di tengah cuaca kemarau berkepanjangan.

"Untuk menghadapi kemarau, kita sudah aman karena perintah negara sesuai undang-undang cuma 1 juta sampai 1,5 juta (ton). Sekarang kita ada hampir 2,5 (juta ton). Ya sudah pasti aman," serunya.

Adapun terkait alasan gagal mencapai target serapan, mantan Kabareskrim ini mengatakan bahwa Bulog sebelumnya tidak mendapat kepastian tentang bagaimana penyaluran beras tersebut.

"Kita belum ada jaminan pada saat itu untuk penyalurannya, penggunaannya. Sehingga kita tidak mau juga dong rugi ya karena beban itu terlalu tinggi, maka kita tunggu," tukas Buwas.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Budi Waseso: Bulog Punya Utang Rp28 Triliun
Bulog Datangkan Sisa 18.000 Daging Kerbau Impor Secara Bertahap
Bos Bulog Beberkan Modus Mafia Penyaluran BPNT
Budi Waseso Minta KPK Kerjasama Tangani Mafia Penyaluran BPNT
Impor Daging Sapi Brasil Masih Terkendala Proses Administrasi
Bos Bulog Pastikan Pecat Pegawai dan Pejabatnya yang Selewengkan Program BPNT

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT