Bos Garuda Sebut Sulit Turunkan Tarif Tiket di Tengah Pandemi

Bos Garuda Sebut Sulit Turunkan Tarif Tiket di Tengah Pandemi
UANG | 7 Juli 2020 16:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, saat ini kinerja industri penerbangan tengah mengalami kondisi yang sulit. Okupansi pesawat masih rendah, masyarakat masih engga bepergian karena menjaga diri dari penyebaran virus.

Dengan kesulitan yang dihadapi perseroan, Irfan mengaku keputusan menurunkan tarif tiket pesawat juga dinilai sulit dilakukan. Kendati, pihaknya selalu melakukan evaluasi terkait hal ini.

"Betul penting untuk harga yang murah, tapi mohon dipahami, hari ini industri penerbangan mengalami pukulan cukup besar," kata Irfan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, Selasa (7/7).

Irfan melanjutkan, kapasitas penumpang pesawatnya kini tinggal 10 persen. Jika diskon tarif tiket diberlakukan, maka kondisi perusahaan akan semakin sulit.

"Bapak Ibu mengetahui juga, banyak maskapai yang menyatakan kebangkrutan, jadi enggak usah terlalu kaget dalam waktu dekat kalau ada maskapai di Indonesia yang tidak tahan lagi," lanjutnya.

Sebagai informasi, Irfan membeberkan, jumlah wisatawan mancanegara yang bertandang ke Indonesia menurun hingga 87 persen di bulan April dan meningkat jadi 90 persen di bulan Mei. Pihaknya berharap pariwisata bakal meningkat di bulan Juli, karena menurutnya, semakin cepat industri pariwisata bangkit, maka semakin cepat pula industri penerbangan pulih.

"Jadi penting untuk recovery secepatnya, karena kami yakin begitu industri ini recover, pariwisata juga akan recover dengan cepat," ujarnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Bos Garuda Indonesia Janji Kenaikan Harga Tiket Tak Tinggi
Pemerintah Bolehkan Maskapai Naikkan Harga Tiket Pesawat di Tengah Pandemi
Tiket Pesawat Mahal, Menko Luhut Incar Turis Kaya Majukan Pariwisata Tanah Air
Garuda Indonesia Bakal Naikkan Harga Tiket Pesawat Jika New Normal Berlangsung Lama
Tiket Pesawat, Bawang Merah dan Rokok Filter Sumbang Inflasi di Mei 2020
Data BPS: Harga Tiket Pesawat Turun 24 Persen Imbas PSBB dan Larangan Mudik

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami