Bos Harley Davidson Indonesia: Saya sedih 500 karyawan harus di-PHK

Bos Harley Davidson Indonesia: Saya sedih 500 karyawan harus di-PHK
Harley Davidson. ©2014 Merdeka.com/Sukma Alam
EKONOMI | 10 Februari 2016 18:36 Reporter : Hana Adi Perdana

Merdeka.com - Komisaris Utama PT Mabua Harley Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia, Soetikno Soedarjo mengaku sedih dengan berhentinya keagenan Harley Davidson di Indonesia. Hal ini berdampak besar pada Pemutusan Hubungan kerja (PHK) karyawannya. Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait banyaknya karyawannya yang di PHK.

"Saya sedih pegawai saya 500 orang, 1 orang punya 1 istri dan 1 anak, ada tanggung jawab 1.500 orang, tanggung jawab kita menghidupkan mereka," kata Soetikno di Mabua Cafe, Jakarta, Rabu (10/2).

Atas kontribusi mereka, Soetikno tak lupa memberikan apresiasi kepada karyawannya sudah ikut jatuh bangun selama Mabua Harley Davidson berada di Indonesia. Dia berharap setelah tak lagi bersama, hubungan pertemanan bisa tetap terjaga.

"Terima kasih kepada staff saya karena bekerja keras, weekend belai-belain masuk enggak di rumah. Mudah-mudahan persahabatan dijaga sehingga kita bisa berteman setiap hari," ujarnya.

Direktur Utama PT Mabua Harley Davidson, Djhonny Dharmawan menjelaskan jika PHK ini sudah berlangsung sejak awal tahun 2015. Hal ini dilakukan guna melakukan efisiensi di tengah menurunnya profit Mabua Harley Davidson.

"Caranya karyawan yang berstatus kontrak kita tidak perpanjang. Bertahap kemudian sampai ke sini kami mulai kurangi karyawan pada posisi tertentu yang bisa dihandel dan ini akan terus berlangsung sampai Juni nanti," tandasnya.

(mdk/idr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami