Bos Istaka Karya Terjun ke Papua Tangani Kasus Pembunuhan 31 Pegawai

UANG | 5 Desember 2018 12:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winanto dikabarkan telah tiba di Wamena, Papua bersama dengan tim gabungan dari Kementerian BUMN, Kementerian PUPR dan perwakilan dari TNI. Kedatangannya untuk memantau dan berkoordinasi langsung mengenai penanganan kasus penembakan di Yigi, Kabupatem Nduga.

"Sampai saat ini Pak Dirut kami dan Direktur Operasi standby di sana menunggu koordinasi dengan aparat kemanan. Merka standby di Wamena," kata Corporate Secretary Istaka Karya Yudi Kristanto kepada Liputan6.com, Rabu (5/12).

Dia juga belum bisa memastikan 31 pekerja yang menjadi korban apakah seluruhnya pegawai Istaka Karya yang tengah mengerjakan proyek Jembatan Yigi atau tidak. Karena sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan hal itu dari petugas keamanan.

Sebelum kejadian, pengerjaan jembatan Yigi sudah memiliki progres 70 persen. Sesuai kontrak yang diberikan Kementerian PUPR, jembatan ini akan rampung pada 2019.

"Terakhir sebelum kejadian masih sesuai target. Untuk proyek ini akan jalan lagi kapan yang jelas mungkin kami harus menunggu rekomendasi dari pihak kemanan lagi," terangnya.

Jembatan Yigi, menurut Yudi, menjadi salah satu dari 14 jembatan yang dikerjakan Istaka Karya dalam mendukung proyek jalan Trans Papua. Setidaknya ada 14 proyek yang ditugaskan ke Istaka Karya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Yudi mengatakan dari 14 proyek jembatan tersebut, yang sudah mendapat rekomendasi pengerjaan dari petugas kemanan dan masyarakat setempat, dan kemudian dikerjakan adalah 11 jembatan. "Kita kerjakan 14 jembatan dan 11 jembatan sedang dikerjakan sisanya belum ditangani. Karena itu masuk zona merah sekali jadi kami belum masuk ke situ. Masih ada 3 yang belum dikerjakan, belum sama sekali disentuh," terangnya.

Menurut Yudi, jembatan Yigi yang menjadi lokasi penembakan merupakan zona hijau, karena proyek tersebut jalan sudah mendapat rekomendasi dari petugas kemanan, pemerintah daerah, tokoh adat dan masyarakat setempat.

Dengan berpegangan rekomendasi ini, Istaka Karya bisa mengerjakan proyek tersebut tanpa harus mendapatkan pengawalan lagi dari pihak kemanan, baik TNI ataupun Polri. "Mungkin seiring berjalannya watku dan kita mendapatkan rekomendasi, pekerjaan kita akan mulai untuk yang di Yigi dan yang belum tersentuh sama sekali," tandasnya.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kapolri Yakin Bisa Segera Atasi Kelompok Pemberontak di Papua
Presiden Jokowi: Kejar dan Tangkap Pelaku Pembunuhan Pekerja Trans Papua
11 Pekerja Pura-Pura Mati agar Tak Dihabisi Kelompok Pemberontak di Papua
DPR Minta Pasukan Elit TNI & Polri Tumpas Pemberontak Papua, Urusan HAM Belakangan
Kapolri Ungkap Asal Muasal Senjata Pemberontak di Papua

(mdk/azz)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com