Bos Kadin Ajak Swasta Turut Bangun Ibu Kota Baru

UANG | 15 November 2019 15:58 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pembangunan ibu kota baru menjadi tantangan bagi pengusaha. Untuk itu, dia meminta agar swasta ikut andil dalam pembangunan ibu kota baru.

Mengingat, porsi pembiayaan pembangunan ibu kota baru sebesar Rp 466 triliun, hanya 19 persen yang dibiayai negara. Sementara sisanya sebanyak 81 persen berasal dari pihak swasta.

"Kami di Kadin, terus berkomunikasi dengan Bappenas. Porsi swasta dalam pembangunan kawasan IKN, sangat signifikan," kata Rosan di Samarinda, Jumat (15/11).

Dia menerangkan, keterlibatan swasta terbuka dalam 2 bentuk kerjasama, yakni Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU, atau investasi langsung.

"KPBU itu porsinya lebih 54 persen dari total Rp 466 T. Kita bicara bentuk, kondisi atau term-nya seperti apa? kita juga beri masukan, sehingga kita juga bisa segera sosialisasikan persyaratan-persyaratan itu ke dunia usaha," ujar Rosan.

"Ini kita lakukan bersama-sama. Saat ini juga, pemerintah sedang mengevaluasi aset-aset di Jakarta, yang bisa dikerjasamakan dengan dunia usaha. Sehingga dana itu bisa diinvestasikan juga di ibu kota baru. Jadi, peran dunia usaha itu akan jadi sangat signifikan," tambah Rosan.

1 dari 1 halaman

Pemindahan Pemerintahan

Dari rencana pemindahan istana negara, kementerian dan lembaga tinggi negara lainnya di tahun 2024, lanjut Rosan, diperkirakan 1,5 juta orang akan ikut pindah ke Kaltim secara bertahap.

"Lantas, peran Kadin Kaltim seperti apa? Sebetulnya, pengusaha lokal bisa berperan sangat aktif ya. Utamanya dalam pekerjaan fisik, dan konstruksinya. Bisa sebagai sub kontraktor, bisa langsung. Yang jelas, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, pasti gandeng swasta," ungkap Rosan.

Sementara itu, terkait keinginan pihak swasta negara luar ikut aktif bangun kawasan IKN baru. Rosan mengatakan hal tersebut harus dilihat sebagai kolaborasi. "Kalau saya lihat, jangan dilihat sebagai persaingan, tapi kolaborasi. Yang tahu tentang Kaltim, ya pengusaha di Kaltim," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
2 Menteri Berlomba Wujudkan Rencana Jokowi Bangun Ibu Kota Baru
Lewat Pemindahan Ibu Kota, Jokowi Cita-Cita Ekonomi Indonesia Masuk 3 Besar Dunia
Konsep Transportasi di Ibu Kota Baru Disarankan Mengedepankan Aspek Manusia
Tak Hanya Infrastruktur, Jokowi Juga Ingin Bangun Peradaban di Ibu Kota Baru
Teknologi Ini Mampu Bantu Masyarakat Bangun Rumah dalam 5 Hari
5.052 Warga di Calon Ibu Kota Baru Ikut Program Pemutihan IMB

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.