Bos Krakatau Steel Dukung Pencegahan dan Pemberantasan Terorisme

UANG | 15 November 2019 13:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT Krakatau Steel (persero) Tbk Silmy Karim mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan. Ini terkait penangkapan salah satu karyawan Krakatau Steel oleh Densus 88 atas indikasi keterlibatan terorisme.

"Terorisme itu masalah nasional bahkan internasional. Namun kami hanya bisa memantau aktivitas dan perilaku karyawan di tempat kerja. Di luar tempat kerja itu sudah menjadi urusan aparat penegak hukum. Mengenai pencegahan dan pemberantasan terorisme sudah ada lembaga yang menangani hal tersebut. Kami mendorong dan mendukung sepenuhnya atas pencegahan dan pemberantasan terorisme," jelas Silmy di Jakarta, Jumat (15/11).

Dia menjelaskan, secara normatif yang dapat dilakukan perusahaan adalah saat proses seleksi. Harus ada kerja sama antara perusahaan dengan aparat penegak hukum untuk melakukan Background Checking saat proses seleksi karyawan. Hal ini dapat mencegah kemungkinan direkrutnya pelamar yang terindikasi bagian dari jaringan terorisme.

"Saya sebagai pimpinan di Krakatau Steel tentu mendukung langkah-langkah aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas-tugas untuk memberantas terorisme," tegasnya.

Diharapkan ke depan kejadian seperti ini tidak terulang. Indonesia sedang berjuang untuk terus maju dalam berbagai bidang, baik industri dan terutama ekonomi. Kondisi yang kondusif dan keamanan yang terjamin merupakan salah satu hal yang harus terus kita jaga.

"Kita semua tentu ingin negara yg aman, rakyatnya memiliki rasa aman, sehingga suasana dan iklim kondusif ini dapat mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Jangan sampai hal-hal semacam ini mengganggu pembangunan ekonomi Indonesia ke depan," tutupnya.

1 dari 2 halaman

Terduga Teroris Menjabat Supervisor

QK (50) salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Banten bekerja sebagai supervisor di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Sebelumnya, tim Densus menangkap empat terduga teroris di wilayah Banten.

"Bahwa berdasarkan informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan adalah karyawan level staf setingkat supervisor di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan bukan merupakan petinggi atau level manajemen di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk," kata Corporate Secretary PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Pria Utama, berdasarkan rilis yang diterima, Jumat (15/11).

Dia menegaskan, manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mendukung langkah-langkah yang dilakukan kepolisian dalam rangka memerangi terorisme di Indonesia.

"Atas berita penangkapan tersebut, segenap Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku," katanya.

2 dari 2 halaman

Dikeluarkan dari Krakatau Steel

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan jika karyawan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang ditangkap Densus 88 Antiteror terbukti benar-benar terlibat dalam aksi teror, maka yang bersangkutan akan dikeluarkan dan bukan lagi menjadi bagian Kementerian BUMN.

"Apabila secara hukum, yang bersangkutan terbukti bagian dari aksi teror maka serta merta orang tersebut bukan lagi menjadi bagian dari Kementerian BUMN, hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini," kata Erick melalui keterangan resminya, Jumat (15/11).

Menurutnya, terorisme merupakan tindak kejahatan yang bisa menimbulkan ketakutan masif, menimbulkan korban, merusak objek vital atau strategis, juga mengancam keamanan negara.

"Saya rasa tidak ada satu orang pun yang mendukung aksi teror," katanya.

Dia pun mendukung proses kerja polisi dan aparat dalam memerangi terorisme. "Saya mendukung kerja polisi dan semua aparat guna memerangi terorisme, di mana pun itu, bukan hanya di lingkungan BUMN tetapi di seluruh Indonesia," katanya.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Erick Thohir: Staf Krakatau Steel akan Dikeluarkan Jika Terbukti Terlibat Teror
PT Krakatau Steel Sebut Satu Terduga Teroris Diamankan Posisi Supervisor
Perantara Suap Krakatau Steel Divonis 2 Tahun Penjara
Mantan Direktur Krakatau Steel Wisnu Kuncoro Divonis 1,5 Tahun Penjara
Sidang Suap Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro Dituntut 2 Tahun Penjara
Karunia Alexander Muskitta Dituntut 3 Tahun Penjara Terkait Suap Krakatau Steel