Soal Meikarta, James Riady sebut pengembang harus berani ambil visi yang besar

UANG | 13 September 2017 18:12 Reporter : Saugy Riyandi

Merdeka.com - CEO Lippo Group James Riady mengatakansaat ini para pengembang harus berani mengambil visi yang besar guna mendorong pertumbuhan industri properti di Indonesia. Dengan visi itulah, katanya, pengembang bisa ikut membantu mengatasi defisit 11 juta perumahan yang ada saat ini.

Salah satu visi Lippo Grup saat ini adalah terus mendorong perkembangan koridor Timur Jakarta sebagai salah satu jantung perekonomian nasional. Di wilayah tersebut makin banyak perusahaan nasional maupun multinasional beroperasi.

"Banyak perusahaan di wilayah tersebut yang menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan, seperti kulkas, motor, hingga mobil," ujar James dalam keterangannya, Rabu (13/9).

Namun, James mengakui koridor tersebut belum memiliki sebuah kota yang dilengkapi beragam fasilitas dengan standar internasional. Hunian dengan harga terjangkau pun belum dibangun di kawasan itu.

Untuk itu, James menegaskan arti pentingnya proyek Meikarta di koridor Timur Jakarta tersebut. Pengembangan kawasan ini disiapkan sebagai kota baru untuk menjawab kebutuhan terhadap defisit 11 juta perumahan yang ada saat ini.

"Ini terobosan dan inovasi bagi industri properti yang diharapkan bisa berkontribusi signifikan terhadap perekonomian," ujarnya.

Dia menambahkan, krisis ekonomi global ternyata tidak seburuk yang dibayangkan, seperti pada 2008. Justru, ekonomi dunia saat ini sedang bergerak menuju ke level pertumbuhan sebelum krisis.

"Termasuk di kawasan Asia Tenggara, dan khususnya Indonesia. Untuk itu, semua pihak, termasuk industri properti, harus berani untuk memanfaatkan momentum bagus ini menuju ke pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik," tegasnya.

"Lebih penting lagi adalah berani terjun secara langsung untuk membuatnya menjadi ril dengan mengusung visi yang besar, yakni memberikan manfaat nyata bagi semua lapisan masyarakat," tambahnya.

Saat ini, lanjutnya, Lippo Group, yang telah berdiri sejak 67 tahun lalu, berusaha mewujudkan visi besar tersebut melalui Meikarta, yang didesain sebagai kota baru dengan unit hunian dengan harga terjangkau.

Seperti diketahui, Lippo menawarkan unit hunian Meikarta dengan harga di bawah Rp 7 juta per meter persegi atau sekitar Rp 127 juta per unitnya. (mdk/sau)

Baca juga:

Penjelasan bos Lippo soal mega proyek Meikarta di Cikarang

Bos Lippo minta maaf soal perizinan proyek Meikarta

Pengusaha properti didorong lebarkan sayap keluar Jawa

Asosiasi pengembang perumahan keluhkan sulitnya perizinan dari pemerintah daerah

Beri Golden Property Award 2017, BTN seleksi 300 pengembang unggulan

Kolaborasi antar elemen jadi kunci wujudkan program satu juta rumah Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.