Bos OJK Akui Perbankan Syariah Masih Kalah Bersaing dari Konvensional

Bos OJK Akui Perbankan Syariah Masih Kalah Bersaing dari Konvensional
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. ©2020 Liputan6.com/JohanTallo
UANG | 23 April 2021 12:37 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengakui, saat ini pengembangan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia masih kalah bersaing dibandingkan layanan keuangan secara konvensional. Hal ini tercermin dari rendahnya market share perbankan syariah yang saat ini baru mencapai 9,96 persen dibandingkan perbankan konvensional.

"Sekarang ini kalau kita lihat faktanya bahwa dari ukiran ternyata market share (perbankan syariah masih 9,96 persen dari total produk keuangan kita yang ditawarkan kepada masyarakat. Artinya masyarakat belum sepenuhnya memilih keuangan syariah," ungkapnya dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan, Jumat (23/4).

Bos OJK ini mengungkapkan, rendahnya market share perbankan syariah itu diakibatkan oleh produk yang ditawarkan masih kalah bersaing dengan perbankan konvensional. Diantaranya, akses produk yabg terbatas, harga produk yang kurang kompetitif, maupun kualitas yang lebih rendah.

"Ya tadi mungkin saja salah satunya karena memang mungkin produk syariah ga ada, yang ada non syariah. Atau mungkin mahal atau mungkin kualitasnya kalah bagus, sehingga (masyarakat) tidak milih produk syariah," terangnya.

Maka dari itu, Wimboh meminta, adanya evaluasi menyeluruh dari seluruh lembaga perbankan syariah dan stakeholders terkait lainnya untuk mampu menghadirkan berbagai produk keuangan yang lebih kompetitif. Walhasil, market share perbankan syariah bisa meroket untuk mendekati perbankan konvensional.

"Tapi klau produk syariah tidak lebih baik, tidak lebih murah ya (masyarakat) mikir dua kali. Untuk memiliki produk syariah (berdaya saing) ini basic yang harus kita sadari, sebagai dasar," tukasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Menteri Erick Minta BSI Bisa Menjadi 10 Besar Bank Syariah Dunia
Gabung Haya Online Ramadan 2021, Bisa Ngabuburit Bareng Sembari Dapatkan Rumah Idaman
Unit Usaha Syariah BTN Catatkan Pertumbuhan Double Digit di Tengah Pandemi
OJK Beberkan Tiga Strategi Transformasi Digital Bisa Dilakukan Bank Syariah
OJK: Akselerasi Digital Dibutuhkan untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah
Ada BSI, Indonesia Diharapkan Tak Lagi Impor Mukena dan Jilbab

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami