Bos OJK Beberkan Tiga Kunci Pengembangan Industri Keuangan Syariah

Bos OJK Beberkan Tiga Kunci Pengembangan Industri Keuangan Syariah
UANG | 21 September 2020 11:47 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengatakan, salah satu arah pengembangan keuangan syariah dengan melakukan pembangunan sinergitas dan integrasi ekonomi dalam satu ekosistem syariah yang lengkap. Demi mewujudkannya perlu ada sinergi dan integrasi antara sektor riil, keuangan komersial dan keuangan sosial.

"Untuk mengembangkan keuangan syariah diperlukan sinergi dan integritas antara sektor riil, keuangan komersial, dan keuangan sosial" kata Wimboh dalam Forum riset Ekonomi Keuangan Syariah 2020, Jakarta, Senin (21/9).

Ketiga sektor tersebut dapat tumbuh bersama-sama dengan melibatkan secara aktif berbagai pemangku kepentingan seperti pelaku industri halal. Mulai dari pelaku usaha makanan, fesyen, kosmetik dan kesehatan, pariwisata, media, dan market place halal.

Selain itu, perlu adanya pengembangan dan melibatkan Islamic social Finance. Misalnya, zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf. Wimboh menambahkan perlu juga menggaet organisasi kemasyarakatan berbasis agama seperti pesantren, NGO dan masjid.

"Kita juga perlu memasukkan organisasi kemasyarakatan berbasis agama, pesantren, NGO, dan lain-lain yang tentunya banyak sekali di lingkungan masyarakat kita," kata dia.

Sinergi juga perlu dibangun dengan para pemangku kepentingan mulai dari otoritas, institusi, asosiasi seperti pemerintah, Bank Indonesia maupun KNKS, IAIE dan MES.

Baca Selanjutnya: Inklusi Keuangan Syariah Masih Rendah...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami