Bos OJK Bongkar Alasan Investor Asing Kabur dari Pasar Saham RI

Bos OJK Bongkar Alasan Investor Asing Kabur dari Pasar Saham RI
IHSG menguat. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar
EKONOMI | 19 Oktober 2020 12:21 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengakui banyak investor asing yang mengkritik pasar modal Indonesia karena produk lindung nilai (hedging) belum lengkap. Kondisi itu menyebabkan, investor asing banyak menarik dana di pasar saham Indonesia ketika ada sentimen negatif.

"Saat ini kebanyakan kritik asing investor Indonesia ini hedging belum lengkap, baik nilai tukar, risiko suku bunga dan hedging default belum begitu banyak sehingga investor asing kalau ada sentimen negatif, strateginya sell off (jual) karena belum ada hedging yang mumpuni terutama nilai tukar, ini tantangan bersama," kata Wimboh saat Pembukaan Capital Market Summit and Expo 2020 di Jakarta, Senin (19/10).

Wimboh berharap, di pasar modal Indonesia bisa lebih banyak variasi produk untuk memenuhi kebutuhan pelaku pasar, baik itu instrumen biasa maupun hedging. Selain itu, sebisa mungkin produk-produk tersebut bisa menjangkau investor ritel.

"Sudah banyak investor di pasar saham kita, dan kita harus lakukan perluasan (produk). Kalau banyak investor sehingga volatilitas kita kendalikan lebih baik dan posisi investor ritel diharapkan bisa dominasi di pasar," kata Wimboh.

2 dari 2 halaman

Kinerja Pasar Modal

modal rev1

Kinerja pasar modal di Indonesia sendiri memang akhir-akhir ini sudah mulai menggeliat. Hal ini tercermin dari beberapa basis investor di sektor ritel yang sudah semakin besar jumlahnya.

"Jadi ada beberapa angka yang dapat kami sampaikan bahwa 73 persen di pasar saham adalah transaksi yang berupa ritel dan ini adalah merupakan transaksi paling banyak 5 tahun terakhir," kata dia

Di sisi lain, OJK juga mengajak para pelaku industri pasar modal untuk mempercepat market akses oleh investor di seluruh Indonesia. Ini bukan saja dilakukan di pasar modal, tapi untuk seluruh sektor keuangan termasuk ke ritel di daerah, sehingga mempercepat inklusi keuangan.

"Berikutnya kita ingin mendorong investasi yang harus bersama-sama kita upayakan bagaimana optimisme pengusaha kita bangun. Kita sudah melakukan banyak hal bagaimana dari sisi demand dan supply benar-benar bangkit," tandas Wimboh. (mdk/idr)

Baca juga:
3 Strategi Bos OJK Jaga Pasar Modal Tak Ambruk di Tengah Pandemi Covid-19
OJK Yakin Pertumbuhan Kredit Bakal Dorong Laju Investasi Saham
Bos OJK Sebut UU Cipta Kerja Jadi Momentum Genjot Investasi Lebih Cepat
OJK Nilai Pengesahan UU Cipta Kerja Dilakukan di Momentum yang Tepat
Pasang Surut Kinerja Pasar Modal RI di Tengah Pandemi Covid-19

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami