Bos OJK Sebut Penguatan Bursa Saham RI Lebih Baik dari Singapura

Bos OJK Sebut Penguatan Bursa Saham RI Lebih Baik dari Singapura
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. ©2019 Merdeka.com/darmadi sasongko
UANG | 4 Januari 2021 09:55 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang tidak terduga terutama bagi sektor pasar modal. Namun, saat ini pasar modal mulai menunjukkan penguatan.

"Di pasar modal, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) telah menunjukkan penguatan dan sempat rebound di atas 6.000, dan ditutup di level 5.979, atau terkontraksi 5,09 persen. Lebih baik dibandingkan bursa negara tetangga seperti Singapura, Filipina dan Thailand," jelas Wimboh dalam pembukaan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/1).

Selain itu, transaksi investor meningkat sebesar 73 persen dari tahun sebelumnya, dengan transaksi investor ritel yang meningkat 4 kali lipat dan merupakan tertinggi di ASEAN.

Jumlah investor pasar modal naik 56 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 3,88 juta investor, didominasi oleh investor domestik yang berumur di bawah 30 tahun (kaum investor milenial) yang tercatat mencapai 54,79 persen dari total investor.

Selin itu, Indonesia juga memperoleh pengakuan global sebagai The Best Islamic Capital Market 2020 dan Global Islamic Finance Awards, didukung Roadmap Pasar Modal Syariah 2020-2024. Dia menghaturkan rasa terima kasih kepada pemerintah karena telah menyiapkan sederet langkah untuk membangkitkan pasar modal di tengah pandemi Covid-19.

Selin itu, Indonesia juga memperoleh pengakuan global sebagai The Best Islamic Capital Market 2020 dan Global Islamic Finance Awards, didukung Roadmap Pasar Modal Syariah 2020-2024. Dia menghaturkan rasa terima kasih kepada pemerintah karena telah menyiapkan sederet langkah untuk membangkitkan pasar modal di tengah pandemi Covid-19.

"Kami seluruh insan pasar modal mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan seluruh jajarannya yg telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan vaksin Covid-19 gratis kepada masyarakat dan berbagai stimulus perekonomian termasuk insentif pajak bagi para pengusaha, dengan kebijakan tersebut menambah kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal," tandas Wimboh.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Buka Perdagangan Saham, Airlangga Optimis Ekonomi Indonesia Membaik di 2021
Menko Airlangga: Kinerja Rupiah dan IHSG 2020 Telah Dekati Level Sebelum Pandemi
Menko Airlangga: Nilai Transaksi 51 Perusahaan IPO Masih Harus Ditingkatkan
Pemerintah Yakin Pasar Modal Tumbuh Positif di 2021, ini Faktor Pendorongnya
Bos OJK Optimis Industri Pasar Modal Akan Lebih Kuat Tahun Depan
Meski Ada Pandemi Covid-19, Investor Pasar Modal di 2020 Mampu Tembus 3,8 Juta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami