Bos Pajak Kejar Pajak Youtuber Berpenghasilan Rp1 Miliar

Bos Pajak Kejar Pajak Youtuber Berpenghasilan Rp1 Miliar
UANG | 25 November 2019 16:16 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Suryo Utomo mengingatkan youtuber berpenghasilan Rp 1 miliar per tahun untuk membayar pajak. Peringatan tersebut mengingat adanya fenomena youtuber memamerkan saldo rekening bank.

"Youtuber kalau dia orang Indonesia, dapat penghasilan di Indonesia, penjual online, penjual pasar, kalau di atas PTKP wajib bayar PPh secara self assesement," ujar Suryo di Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (25/11).

Suryo mengatakan, DJP memiliki data-data penghasilan setiap warga Indonesia baik youtuber maupun artis dari perbankan. Untuk itu, jika tidak menyetorkan akan mendapat teguran dari DJP.

"Kalau tidak setor bisa dilihat di data Irawan (Direktur Pemeriksaan dan Penagihan) ada tidak. Penanganannya sama seperti lainnya, youtuber segala lainnya mungkin hanya mode penjualan, dia berbeda," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Penarikan Pajak Berbeda untuk Penjualan Online

berbeda untuk penjualan online rev1

Untuk wajib pajak dengan pekerjaan penjualan online maupun konvensional, Suryo melakukan penarikan pajak yang berbeda. Namun secara keseluruhan pemantauan penghasilan warga negara dilakukan melalui AEoI (Automatic Exchange of information).

"Kalau dia (penjualan online offline) dikasih treatment khusus mungkin bisa. Jadi kita memanfaatkan akses informasi tadi seberapa besar penghasilannya di data itu," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
3 Penyebab Penerimaan Pajak Baru Capai 64 Persen di Oktober 2019
VIDEO: Bebas Pajak di Ibu Kota Bagi Mereka yang Berjasa
Peringati Hari Guru, DJP Kenalkan Pajak kepada Mahasiswa dan Pelajar
Implementasi SIN Dapat Dongkrak Rasio Pajak hingga 19 Persen
Mantan Dirjen Pajak Sosialisasikan SIN Kepada Wisudawan STPI

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami