Bos PINA Soal Tarif Tol RI Termahal se-ASEAN: Tahun Pembuatan Berpengaruh

UANG | 8 Februari 2019 19:32 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Chief Executive Officer (CEO) Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) Center, Eko Putro Adijayanto, turut mengomentari pernyataan yang menyebutkan bahwa tarif tol di Indonesia merupakan yang termahal se-Asia Tenggara. Menurut dia, salah satu aspek penting dalam melihat serta membandingkan tarif ruas tol adalah tahun pembuatan.

Semakin baru usia ruas tol tentu tarifnya akan lebih tinggi. "Tahun pembuatan itu berpengaruh sekali," kata dia, di Jakarta, Jumat (8/2).

Menurut dia, tahun pembuatan berpengaruh pada biaya pembebasan lahan, dan biaya konstruksi yang selanjutnya berdampak ke tarif tol. "Perbandingan harga sangat relatif, misalnya dulu bangun 1 Km jalan tol Rp 49 miliar sekarang sudah naik tajam sekali bisa dua kali lipat, karena faktor tanahnya," ungkapnya.

Hal inilah yang diperhitungkan oleh pemerintah, melalui BPJT Kementerian PUPR, ketika menentukan tarif ruas tol. "Jelas membawa dampak terhadap pembiayaan, harganya. Harga lahan jauh lebih mahal, cost meterial lebih mahal," jelasnya.

Oleh karena itu, menurut dia, pembangunan jalan tol memang sebaiknya dilakukan lebih cepat agar biayanya tidak semakin mahal. "Kami melihatnya lebih karena suatu langkah yang tertunda sudah sangat lama akhirnya harus diambil sekrang. Ya better late than never," tandasnya.

Baca juga:
Said Didu: Jalan Tol yang Untung di Indonesia Cuma Tiga
Said Didu Ungkap Penyebab di Balik Tarif Tol Indonesia Termahal se-Asia Tenggara
Bantah Tim Prabowo, Bappenas Sebut Jalan Tol Sumber Pertumbuhan Ekonomi
Bos Bappenas Usul Ada Tarif Khusus Truk di Jalan Tol
Wapres JK: Tidak Semua Tarif Tol Di Indonesia Mahal, Jagorawi Malah Termurah di Dunia
Ombudsman Sayangkan Pernyataan 'Tak Dukung Jokowi Jangan Pakai Jalan Tol'
Jokowi: 40 Tahun NKRI Hanya Bangun 780 Km Jalan Tol, Kita Dalam 4 Tahun Bangun 782 Km

(mdk/bim)