Bos PNM: Pandemi jadi Ujian Sekaligus Berkah

Bos PNM: Pandemi jadi Ujian Sekaligus Berkah
Direktur utama PNM Arief Mulyadi. ©2019 Yayu Agustini Rahayu
EKONOMI | 8 September 2021 15:20 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Arief Mulyadi mengatakan, pandemi covid-19 merupakan ujian sekaligus berkah bagi semua pihak. Sebab dengan adanya pandemi, banyak pembelajaran dan percepatan yang dilakukan untuk bisa bertahan dan tumbuh.

"Pandemi ujian sekaligus berkah buat semua karena banyak pembelajaran dan percepatan-percepatan yang dilakukan untuk bisa survive bahkan ada yang tumbuh," kata Arief dalam acara CEO Talks: Ketahanan Usaha Para Pelaku Usaha Subsisten di Tengah Pandemi, Rabu (8/9).

Arief menjelaskan, bahwa krisis saat ini sangat berbeda dengan tahun 1998. Dampak krisis 1998 lebih besar pada sektor formal, sedangkan sektor semi formal dan informal seperti UMKM sama sekali tidak terdampak.

"Di tahun 1998 yang terdampak krisis lebih besar terjadi pada sektor formal. Untuk sektor semi formal dan informal termasuk pelaku usaha mikro kecil menengah kalau dalam bahasa kami yang the bottom para pelaku usaha subsistens itu tidak terdampak," ujarnya.

Namun berbeda dengan krisis pandemi, yang paling terdampak utama justru para pelaku UMKM. Sebab, pandemi yang tidak pasti dan keterbatasan-keterbatasan membuat mereka kesulitan. Kendati begitu, berkat bantuan pembiayaan dari PNM, sebagian dari mereka mampu bertahan dan bahkan ada yang tumbuh.

2 dari 2 halaman

Mayoritas Nasabah PNM ialah UMKM

pnm ialah umkm

Dia menyebut mayoritas yang dilayani PNM di masa pandemi covid-19 terkait pembiayaan adalah para pelaku UMKM. Banyak dari mereka yang menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari sehingga mereka membutuhkan pembiayaan agar bisa bertahan.

"Mayoritas yang kami layani, yang kami dampingi dan yang kami berikan pembiayaan adalah para pelaku usaha ultra mikro yang kalau dalam bahasa kami di keluarga besar PNM pelaku usaha subsisten, Kenapa subsisten? karena mereka melakukan usaha untuk memenuhi kebutuhan utamanya, buat makan buat hidup," jelasnya.

Hingga kini tercatat ada 10,8 juta pelaku usaha ultra mikro yang mendapatkan bantuan pembiayaan, dan pendampingan dari PNM. Menurutnya, selain memberikan pembiayaan, PNM juga mendorong agar pelaku ultra mikro tersebut untuk tumbuh.

"Saat ini PNM layani, dampingi dan insya Allah juga berdayakan, yang cara ekosistem sudah cukup besar yang total ada sekitar 10,8 juta pelaku usaha Ultra mikro, dan mikro serta sebagian pelaku usaha kecil dan menengah beberapa pelaku usaha yang sudah meningkat ke usaha menengah," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Jadi Pendamping Nasabah PNM Bisa Raih Beasiswa Kuliah dari BUMN
Penyaluran Pembiayaan PNM Melonjak
PNM Bayar Utang Obligasi Jatuh Tempo Rp1,8 Triliun di Kuartal I-2021
PNM Salurkan Pembiayaan Rp339 Miliar Pada Nasabah ULaMM
Kantongi Rekomendasi, Holding Ultra Mikro Target Terbentuk September 2021
PNM Salurkan Pembiayaan Triwulan I 2021 Rp11,68 T, Tumbuh 95,2 Persen
PNM Raup Untung Rp186 Miliar di Awal Tahun 2021

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami