Bos SKK Migas Sebut Sisi Distribusi Perlu Dibongkar Untuk Turunkan Harga Gas

Bos SKK Migas Sebut Sisi Distribusi Perlu Dibongkar Untuk Turunkan Harga Gas
Dwi Soetjipto. ©2014 Merdeka.com
UANG | 13 Januari 2020 17:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto menyebut bahwa harga gas dari hulu berbeda dari setiap sumur tergantung dari letaknya. Selain itu, besaran biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi gas dari sumur juga berbeda. Namun jika dirata-ratakan sebesar USD 5,4 per MMBTU.

"Ini tentu bervariasi yang on shore kadang sekitar USD 4 per MMBTU, kemudian di offshore agak lebih tinggi sedikit. Agak berbeda-beda tapi secara nasional adalah USD 5,4 per MMBTU," kata Dwi, di Jakarta, Senin (13/1).

Dwi melanjutkan, jika konsumen melakukan pembelian gas langsung dari produsen atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), ditambah dengan biaya distribusi pipa maka harga sampai tingkat konsumen sekitar USD 6 hingga USD 7 per MMBTU. Sedangkan jika membeli dari perantara, maka harga gas sampai tingkat konsumen mencapai USD 9 per MMBTU.

"Dalam perjalannya kan sampai di industri kan, kalau yang langsung dengan KKKS bisa USD 6-7. tapi yang lewat trading dan sebagainya bisa sampai US5 8-9," tuturnya.

Menurut Dwi, pembentukan harga gas dari sisi hulu atau dari sumur berdasarkan proses produksi gas yang membutuhkan investasi besar. Dia pun memandang, komponen pembentukan harga gas pada tingkat perantara inilah yang perlu dibuka, untuk menurunkan harga gas di tingkat konsumen.

"Jadi kita yang pekerjaannya ngebor, survei begitu lama, kemudian eksplorasi, pengembangan, investasi, yang begitu besar toh itupun jatuhnya bisa sekitar 5. Tapi rentetannya sampai ke end user itu yang mungkin perlu dibuka," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Harga Gas Turun Dalam 3...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami