Bos Summarecon: Industri Properti Terus Berkembang dan Dorong Pulihnya Perekonomian

Bos Summarecon: Industri Properti Terus Berkembang dan Dorong Pulihnya Perekonomian
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori
EKONOMI | 24 Agustus 2021 17:50 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P Adhi optimistis mulai bangkitnya industri properti yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19 akan membantu pemulihan perekonomian nasional.

"Dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui berbagai kebijakan dan stimulus, industri properti Indonesia semakin optimis dan diproyeksikan akan terus berkembang, dan ini akan mendorong pulihnya perekonomian nasional sejalan dengan program percepatan vaksinasi demi segera tercapainya herd immunity," ujar Adrianto dalam paparan publik dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (24/8).

Adrianto menyampaikan, pandemi Covid-19 berdampak pada kinerja hampir seluruh bidang usaha di dunia termasuk Indonesia, tidak terkecuali sektor properti. Hal itu terjadi sejak tahun 2020 dan masih berlangsung hingga saat ini.

Namun, lanjutnya, dengan penerapan strategi dan tata kelola perusahaan yang baik, inovasi, dan juga konsistensi dalam menjaga kualitas produk serta komitmennya kepada pelanggan, maka sepanjang 2020 lalu emiten berkode saham SMRA itu berhasil membukukan pra penjualan pemasaran sebesar Rp3,3 triliun. Pencapaian tersebut melampaui revisi target yang ditetapkan oleh perseroan yaitu sebesar Rp2,5 triliun.

Kinerja perseroan yang cukup baik pada 2020 juga turut dipicu oleh kebutuhan masyarakat akan properti untuk tempat tinggal maupun usaha yang terus meningkat.

"Daya beli masyarakat yang terdampak pandemi dapat tertanggulangi dengan penawaran skema pembayaran yang cukup bersahabat dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah. Hal itu membuat properti semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas," kata Adrianto.

Dalam laporan keuangan 2020, perseroan mencatat total pendapatan sebesar Rp5 triliun. Usaha pengembangan properti masih menyumbangkan pendapatan tertinggi dengan pendapatan operasional sebesar Rp3,7 triliun atau berkontribusi 73 persen dari total pendapatan dan laba usaha sebesar Rp1,23 triliun atau berkontribusi sebesar 96 persen dari total laba usaha perusahaan sebesar Rp1,27 triliun.

Penjualan masih di dominasi oleh produk hunian baik landed maupun vertikal sebanyak 79 persen, di samping penjualan komersial dan produk lainya. Pra penjualan pemasaran tersebut berasal dari tujuh lokasi Summarecon yaitu Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor.

2 dari 2 halaman

Dampak PSBB

Sementara itu, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat itu dan protokol kesehatan keselamatan telah mengakibatkan sebagian besar operasi bisnis di sektor pusat perbelanjaan, hotel dan klub komunitas ditangguhkan dan ditutup. Hal itu mengurangi sumber pendapatan.

Unit usaha investasi dan pengelolaan properti mencatat pendapatan sebesar Rp894 miliar, turun Rp705 miliar atau 44 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp1,5 triliun. Unit usaha tersebut memberikan kontribusi sebesar 18 persen dari total pendapatan perseroan, dimana 91 persen di antaranya berasal dari bisnis mal dan ritel. Secara geografis, Kelapa Gading masih menjadi kontributor tertinggi dengan 48 persen pendapatan segmen diikuti oleh Serpong (32 persen) dan Bekasi (19 persen).

Sedangkan segmen usaha lainnya meliputi hotel, klub rekreasi masyarakat, pengelolaan township dan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung dan melengkapi kerja terpadu sebuah township. Pendapatan dari bisnis tersebut turun 36 persen menjadi Rp466 miliar. (mdk/idr)

Baca juga:
Jokowi Harap Tol Balikpapan-Samarinda Perbaiki Jalur Logistik di Tanah Borneo
Menteri Bahlil Sebut Konsumsi & Investasi Kunci RI Keluar dari Resesi Saat Kuartal II
Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen di 2022 Bergantung dari Penanganan Covid-19
Menko Luhut: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Bergantung Penanganan Covid-19
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Sebut Jabar Berpotensi 'Kehilangan' Rp20 M per Hari
Peningkatan Konsumsi & Investasi Jadi Kunci Ekonomi Kuartal II Tumbuh Positif

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami