BPH Migas Catat Jargas Tekan Impor Elpiji Hingga Rp 18,08 M per Bulan

UANG | 5 Maret 2019 17:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Seksi Akun Pengaturan dan Tarif Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Raden Mas Irawan Bayu Kusuma mencatat keberadaan jaringan gas (jargas) mampu menekan angka impor tabung LPG hingga 2.831 ton atau Rp 18,08 miliar pada tiap bulan di tahun 2018.

Dia menyebutkan, pada 2018 saja impor LPG mencapai 5 juta ton atau sekitar 60 persen dari kebutuhan nasional. Sementara yang berhasil dipenuhi dalam negeri hanya 2 juta ton.

"Artinya porsi impor lebih tinggi. Untuk itu, dengan pemanfaatan jargas diharapkan mampu mengurangi impor," katanya di Jakarta, Selasa (5/3).

Berdasarkan laporan BPH Migas, pembangunan jargas hingga akhir 2018 telah menjangkau hingga 325.773 (Sambungan Rumah). Target puncaknya, yakni ada tambahan sebanyak 4,7 juta sambungan jargas baru sampai 2025.

Demi menggapai cita-cita tersebut, Irawan mengharapkan adanya bantuan dana dari APBN hingga pihak swasta agar keberadaan jargas bisa benar-benar mengurangi impor LPG.

"Diharapkan dengan adanya progres yang masif akan ada anggaran dari APBN dan partisipasi aktif dari badan usaha penugasan. itu akan menambah jumlah jaringan yang ada saat ini, sehingga akan kurangi impor LPG," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BPH Migas Target 78 Kabupaten Tersambung Jaringan Gas Bumi di 2019
BPH Migas Tetapkan Harga Gas Bumi di 7 Kabupaten/Kota ini Lebih Murah dari LPG
Jargas Probolinggo Rampung, PGN Siap Salurkan Gas Bumi ke 5.088 Rumah Tangga
Arcandra Tahar: Temuan Cadangan Gas Besar Di Sumsel Diprioritaskan Untuk Dalam Negeri
Pemerintah Hapus Kewajiban Laporan Surveyor untuk Ekspor CPO dan Gas

(mdk/azz)