BPH Migas Sebut Kuota BBM Subsidi Jebol Akibat Penyelewengan

UANG | 21 Agustus 2019 17:20 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, berdasarkan pengamatan penyaluran solar subsidi, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Tertentu atau solar subsidi berpotensi melebihi kuota yang ditetapkan pada tahun ini sebesar 14,5 juta Kilo liter (Kl).

"Kita prediksikan potensi over kuota, dari kuota 14,5 juta untuk solar potensi 0,8 sampai 1,3 juta Kl," kata Fanshurullah, di Kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (21/8).

Dia mengungkapkan, potensi jebolnya kuota solar disebabkan penyaluran BBM bersubsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan ‎yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. Penyelewangan BBM subsidi dila‎kukan pada kendaraan tambang dan perkebunan, padahal kendaraan tersebut tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi.

"Di duga wilayah penyimpangan BBM subsidi banyak terjadi di daerah tambang dan perkebunan," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid menambahkan, berdasarkan catatan Pertamina, ada beberapa daerah yang penyelewengan BBM bersubsidinya tinggi yaitu Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Sulawesi.

"Kami mengindikasi ada sejumlah provinsi yang over kuota (utamanya) di daerah yang industri tambangnya mulai bergeliat," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Polusi Udara Kian Parah, Pemerintah Diminta Setop Jual BBM Kualitas Rendah
ESDM: Harga Premium dan Solar Subsidi Tak Berubah Hingga September 2019
Subsidi Solar 2020 Dipangkas, Pertamina Bakal Bahas Penyesuaian Harga Ke Pemerintah
BPH Migas Prediksi Konsumsi Solar dan Premium Subsidi Lampaui Kuota di 2019
Pengusaha SPBU Didorong Prioritaskan Beli Solar Pertamina
Subsidi Jadi Rp1.000/Liter, Jonan Izin DPR Naikkan Harga BBM Solar di 2020

(mdk/azz)