BPJamsostek Klaim Tak Pernah Main Saham Gorengan

BPJamsostek Klaim Tak Pernah Main Saham Gorengan
UANG | 21 Februari 2020 16:00 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJamsostek Sumarjono mengatakan, pihaknya berhati-hati dalam menginvestasikan dana nasabah. Dia mengklaim sepanjang mengelola dana masyarakat belum pernah berinvestasi di saham gorengan seperti yang terjadi pada PT Jiwasraya.

"Di sisi investasi kami pun investasi BPJamsostek menggunakan prinsip kehati-hatian. Hasil yang optimal jadi sesuai regulasi. Artinya goreng-goreng masak-masak kita tidak masuk di sana," ujarnya di Plaza BPJamsostek, Jakarta, Jumat (21/2).

Sepanjang 2019, BPJamsostek mengelola dana investasi sebesar Rp431 triliun. Sebagian besar dana tersebut diinvestasikan pada Surat Utang Negara (SBN) dan sisanya kepada obligasi. Sementara untuk saham, perusahaan ini memiliki saham LQ45.

"Jadi kita LQ45 dan ini kami pastikan, kami sesuai dengan regulasi. Baik dalam pengelolaan asuransi dan dana pensiun," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Hati-Hati Kelola Dana Investasi

kelola dana investasi

Ke depan, BPJamsostek terus mempertahankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana investasi. Selain itu, perusahaan ini juga mengusulkan agar pemerintah membentuk satu direktur khusus menangani manajeman resiko investasi diluar direktur investasi yang telah ada saat ini.

"Untuk bapak ibu ketahui, kami juga memberikan bagaimana supaya tidak terjadi investasi itu sembarangan. Kami mengusulkan, ada direktur yang khusus menangani governance risk menajemen and complience," jelasnya.

"Ini penting mengingat bagaimana OJK memperketat pengawasan bagaimana risk manajemen harapannya dengan itu, kami membuat rekan-rekan pekerja makin yakin pengelolaan di BPJamsostek menghasilkan dana yang optimal dan kembali untuk pekerja," tandas Sumarjono. (mdk/azz)

Baca juga:
Asabri-Taspen Gabung BPJamsostek, Wakil Komisi XI Sebut Tak Perlu Ada PHK Pegawai
BP Jamsostek Targetkan 23,5 Juta Pekerja Masuk Daftar Kepesertaan
Hendak Dilebur, Taspen Beberkan Perbedaan dengan BPJamsostek dan Asabri
Ini Sanksi Perusahaan yang Tidak Terdaftar di BPJamsostek
80 Persen Perusahaan Terdaftar di BPJamsostek Pelaku UKM
Asabri Tersandung Masalah Berat, Bagaimana Rencana Penggabungan ke BPJamsostek?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami