BPJamsostek Permudah Pencairan JHT untuk Karyawan yang di-PHK, Begini Tahapannya

BPJamsostek Permudah Pencairan JHT untuk Karyawan yang di-PHK, Begini Tahapannya
UANG | 20 Mei 2020 19:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Penjamin Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) telah mempersiapkan terobosan pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat covid-19. Salah satunya yaitu dengan cara kolektif.

"Salah satu terobosan lain yang digagas untuk menghadapi lonjakan PHK adalah klaim kolektif," kata Direktur Pelayanan Badan Penjamin Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Krishna Syarif, konferensi pers terobosan pelayanan BPJAMSOSTEK Menghadapi Gelombang PHK, Rabu (20/5).

Inisiatif ini ditujukan kepada perusahaan dengan skala usaha besar dan menengah, yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen pekerjanya, karena dampak pandemi Covid-19. "Selain itu, pihak perusahaan juga harus menjamin validitas data tenaga kerja, sehingga proses klaim dapat dilakukan dengan lebih cepat," ujarnya.

Khrishna menambahkan, bahwa sekarang pihaknya bekerja sama dengan seluruh HRD-HRD di perusahaan, untuk menginventarisasi potensi klaim JHT. Dia menegaskan agar para pekerja yang terkena PHK maupun pemutusan kontrak tidak khawatir terkait klaim JHT tersebut. Sebab, pihak dari BPJAMSOSTEK akan mengurus semua klaim itu.

"Jadi semua di titik lokasi langsung merapat siapkan datanya, siapa yang akan melakukan inventarisasi PHK dan putus kontrak kerja akan kita urus prosesnya. Nah, di sini di cabang-cabang kami sudah mulai melakukan kolaborasi dengan seluruh HRD-HRD di setiap perusahaan, apakah itu kita dapatkan data dari Disnaker setempat atau melalui Apindo maupun yang lainnya," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Tahapan Pencairan Klaim JHT

klaim jht rev1

Adapun tahapan pengajuan klaim JHT adalah secara kolektif adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan mengeluarkan surat kuasa resmi untuk penunjukan perwakilan yang akan berkoordinasi dengan petugas BPJAMSOSTEK,

2. Perwakilan perusahaan membuat surat pernyataan bahwa tidak akan menyalahgunakan wewenang dalam pengajuan klaim JHT secara kolektif, dan diketahui oleh perusahaan,

3. Masing-masing peserta mempersiapkan semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan, dan menghubungi perwakilan perusahaan yang telah ditunjuk,

4. Perwakilan perusahaan membuat surat pengantar pengajuan klaim JHT secara kolektif, beserta data pekerjanya yang terdiri dari nama, nomor handphone aktif, alamat email aktif , sebab klaim, dan checklist kelengkapan dokumen klaim,

5. Membuat surat berhenti bekerja massal, dengan lampiran data berupa nama pekerja, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor peserta BPJAMSOSTEK, dan periode masa kerja masing-masing pekerja,

6. Membuat jadwal harian proses pengajuan klaim JHT bagi tenaga kerjanya, dan dikoordinasikan dengan petugas BPJAMSOSTEK.

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
BPJamsostek Permudah Pencairan JHT untuk Karyawan yang di-PHK, Begini Tahapannya
BPJamsostek Permudah Pencairan Klaim JHT yang Melonjak Akibat PHK Imbas Corona
Rincian Pemangkasan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Agar Perusahaan Bisa Bayar THR
Pemerintah Pangkas Iuran Jamsostek 90 Persen Bantu Pengusaha Bayar THR Karyawan
5 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Sederhana dan Mudah Diterapkan
400.000 Korban PHK Peserta BPJamsotek Bakal Terima BLT
Terjadi Kecelakaan Kerja, Ini 7 Manfaat JKK BPJS Ketenagakerjaan yang Bisa Didapatkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami