BPTJ Butuh Rp700 Triliun Sokong Transportasi Publik di Jabodetabek

UANG | 14 November 2019 14:19 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono mengatakan dibutuhkan dana Rp700 triliun untuk implementasi Transjakarta dan jenis lain transportasi publik. Penggunaan dana tersebut diproyeksikan untuk 10 tahun.

"Untuk implementasi Transjakarta sekitar Rp700 triliun selama 10 tahun," ujar Bambang dalam diskusi mengenai Pengelolaan Transportasi Megapolitan, Jakarta, Kamis (14/11).

Dia menyadari, pemerintah tidak akan mampu menggelontorkan angka sebesar itu, sehingga dibutuhkan peran swasta. Selama ini, swasta turut andil dalam kemajuan transportasi yang dibarengi dengan kemajuan teknologi.

"Angkutan massal yang sudah kita bangun baru bisa angkut penumpang per hari 8 juta. Dilihat dari pergerakan orang itu 88 juta. Jadi gap nya masih besar. Siapa yang isi gap itu? Ya swasta," kata dia.

Dia mencontohkan adanya kendaraan skuter listrik yang disediakan oleh Grab, perusahaan penyedia layanan multifungsi, sebagai bentuk andil swasta dalam mengisi kebutuhan masyarakat dari sisi transportasi.

1 dari 2 halaman

Kecelakaan Grabwheels

Soal adanya peristiwa kecelakaan yang melibatkan pengguna skuter, Bambang tak menampik perlu adanya regulasi ketat tentang transportasi yang terus berkembang dengan kemajuan teknologi. Namun dia membantah jika regulasi dibuat setelah adanya kecelakaan pengguna skuter listrik.

"Terlepas dari dampak negatif, kita terima kasih. Mereka hadir dengan membuka pekerjaan baru, memang negatifnya harus diperhatikan. Kita harus antisipasi, dan kita bukan buat regulasi karena ada kejadian ini," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Kecelakaan Tabrak Lari

Beredar di media sosial curhatan seorang kakak yang menceritakan adiknya tewas jadi korban tabrak lari saat menggunakan Grabwheels atau sekuter listrik. Peristiwa tersebut terjadi di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat tepatnya dekat pusat perbelanjaan FX Sudirman.

Curhatan tersebut diunggah oleh akun media sosial Twitter @renimerdk. Dia menuliskan akibat kecelakaan tersebut dua orang tewas dan satu luka-luka usai ditabrak mobil dari belakang.

"adek gue tgl 10 dini harikmrn, br aja kecelakaan sm tmn2nya pas lg naik grabwheels deket fx. temennya meninggal 2,satu luka2, ditabrak mobil dr belakang. yg gue heran itu berita gak ke up sm sekali pdhl makan korban," tulis akun @renimerdk seperti dikutip merdeka.com, Rabu (13/11).

Disambung tweets dari akun @alandarma_s yang menyatakan bahwa adiknya adalah salah satu korban dari kecelakaan itu, dia menuntut Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas kasus ini, dan juga meminta pihak Grab sebagai penyedia layanan scooter untuk memperhatikan mengenai keamanan pengendaranya.

"adik gw, ammar jadi salah satu korban kecelakaan ini dan anehnya gak ada satupun media yang meliput kecelakaan ini tolong @TMCPoldaMetro usut tuntas kecelakaan ini. dan pihak @GrabID buatlah kajian tentang safety layanan grabwheels kalian." (mdk/azz)

Baca juga:
Kemenhub Bakal Tambah Jumlah Kapal dan Perbaiki Bandara di Maluku
Pembangunan Kereta Cepat Capai 36 Persen, Pembebasan Lahan 99,06 Persen per Hari ini
Long Span LRT Menjadi yang Terpanjang di Dunia
Proyek LRT Tahap II dari Cibubur - Bogor Bakal Habiskan Dana Rp12 Triliun
Menhub Budi Beri Sinyal Harga Tiket LRT Tak Sampai Rp12.000
Angkot Berbasis Aplikasi Online Kini Hadir di Garut