BPK Sebut Ada Utang Pemerintah Miliki Bunga Terlalu Tinggi

BPK Sebut Ada Utang Pemerintah Miliki Bunga Terlalu Tinggi
UANG | 11 Mei 2020 16:59 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agus Joko Pramono, buka bukaan mengenai pengelolaan utang pemerintah yang terus membengkak dari tahun ke tahun. Pemerintah disarankan memilih utang dengan tingkat bunga yang bisa dipertanggungjawabkan untuk masa depan. Sebab, temuan BPK masih ada utang dengan bunga atau rate terlalu tinggi.

"Untuk itu maka diasses positioning utang kita. Agar tidak terjadi ancaman di masa mendatang, maka ada temuan LHP BPK, risiko pengelolaan tidak efektif, risiko rate ketinggian dan sebagainya. Kemudian juga bagaimana dengan konteks penerimaan yang cenderung kurang atau belanja yang lebih besar," jelasnya dalam Video Conference, Jakarta, Senin (11/5).

Menurutnya, penarikan utang sebenarnya harus dilakukan dengan mempertimbangkan metodologi keseimbangan antara penerimaan dan belanja.

"Terkait dengan pembaginya, income, itu sebetulnya metodologi saja. Kalau kita punya utang, yang penting itu adalah kemampuan membayar dan itu tidak diukur sekarang, tetapi diukur fiscal sustainability-nya," ujarnya.

"Jadi itu perdefinisi adalah kita meng-asses kemampuan, solvabilitas, kemampuan jangka panjang agar kita tidak terhambat dan membuat utang tersebut menjadi ancaman di dalam melakukan belanja di masa mendatang," tambahnya.

Baca Selanjutnya: Rasio Pajak Turut Jadi Sorotan...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami