BPKH Target Dana Kelolaan Haji di 2020 Capai Rp132 Triliun

UANG | 22 Januari 2020 18:01 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu, menargetkan total dana kelolaan haji pada tahun ini bisa tembus mencapai Rp132 triliun. Angka tersebut tumbuh 5,6 persen dari total dana kelola pada 2019 yang mencapai Rp125 triliun.

"Tahun 2020, BPKH targetkan dana kelolaan sebesar Rp132 triliun," kata dia di Jakarta, Rabu (22/1).

Di samping itu, pihaknya juga menargetkan nilai manfaat yang didapat pada tahun ini bisa tumbuh mencapai Rp8 triliun. Angka ini meningkat dari realisasi pada 2019 sebesar Rp72 triliun.

"Kenaikan dana kelolaan haji ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar untuk investasi," kata dia.

1 dari 1 halaman

Dorong Pembayaran Haji Non Tunai di 2020

Dia menambahkan, di 2020, BPKH juga akan mendorong pembayaran digital untuk living cost jemaah haji. Salah satunya dengan meningkatkan penggunaan cashless.

Dengan begitu, virtual account yang tadinya masih sebatas informasi dari distribusi nilai manfaat jemaah tunggu, bisa dapat digunakan sebagai media cashless.

Sebelumnya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat total dana haji yang dihimpun sepanjang 2019 mencapai Rp125 triliun. Angka ini meningkat dari total periode sebelumnya di 2018 yang hanya mencapai Rp113 triliun.

"Total aset semula 2018 Rp113 triliun, menjadi Rp125 triliun di 2019," kata Anggota Badan Pelaksana Bidang Keuangan BPKH, Acep Riana Jayaprawira, dalam acara media briefing.

(mdk/bim)

Baca juga:
BPKH Siapkan Rp6,9 Triliun untuk Subsidi Biaya Haji
BPKH Kelola Dana Haji Capai Rp125 Triliun Sepanjang 2019
Lahan Kuburan Di-markup Jadi Bukti Korupsi di Indonesia Makin Parah
Ekspresi Mantan Menag Lukman Hakim Seusai 7 Jam Diperiksa KPK
Eks Menag Lukman Hakim Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan KPK
KPK Periksa Eks Menag Lukman Hakim Terkait Dana Haji dan Gratifikasi
KPK Periksa Menag Lukman Hakim Saifuddin Terkait Haji

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.