BPS Catat Ekspor Februari Naik 2,24 Persen Menjadi USD 13,94 Miliar

BPS Catat Ekspor Februari Naik 2,24 Persen Menjadi USD 13,94 Miliar
UANG | 16 Maret 2020 11:32 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Februari 2020 mengalami kenaikan sebesar 2,24 persen dibanding bulan sebelumnya Januari 2019. Ekspor Februari tercatat sebesar USD 13,94 miliar sedangkan pada bulan sebelumnya ekspor sebesar USD 13,41 miliar.

Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor Januari 2020 juga tercatat alami kenaikan yakni 11 persen. Di mana, periode Januari 2019, ekspor Indonesia tercatat USD 12,56 miliar.

"Nilai ekspor bulan Februari 2020 mencapai USD 13,94 miliar. Untuk migas mengalami penurunan sebesar minus 0,02 persen non migas mengalami kenaikan sebesar 2,38 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Yunita Rusanti, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/3)

Menurut sektor, ekspor seluruh komponen hampir mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Di mana, sektor pertanian tercat sebesar USD 0,30 miliar atau naik 0,91 persen secara month to month (mtm).

Kenaikan lainnya juga terlihat dari industri pengolahan yang tercatat sebesar USD 11,03 miliar atau naik 2,73 persen. Kemudian untuk sektor pertambangan dan lainnya juga terjadi kenaikan sebesar 0.53 persen atau setara dengan nilai USD 1,80 miliar.

"Sementara untuk migas kita turun 0.02 persen secara month to month (mtm) atau tercatat USD 0,82 miliar," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Virus Corona Pukul Kinerja Ekspor Impor Indonesia dengan China

pukul kinerja ekspor impor indonesia dengan china

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menyebut bahwa dampak sebaran virus corona China tidak hanya berpotensi mengganggu sektor pariwisata di Tanah Air. Melainkan juga sektor perdagangan. Salah satunya, turunnya impor barang dari China.

"Misalnya banyak produk yang kita impor dari China akan berkurang, misalnya buah buahan, sehingga kemungkinan permintaan dari kita berkurang," kata dia kepada merdeka.com, Minggu (2/2).

Tak hanya impor, beberapa produk ekspor Indonesia ke China juga akan melemah. Sebab, secara otomatis negeri Tirai Bambu tersebut akan mengurangi jumlah permintaannya. "Apalagi secara global banyak pabrik di China yang mengurangi produksi karena penduduk tidak bisa bekerja," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menaruh kekhawatiran dengan dampak ekonomi dari adanya virus Corona yang mematikan. Menurutnya, isu ini akan menjadi masalah baru bagi perekonomian dunia.

"Yang terbaru adalah outbreak Corona di China. Tentu ini kan menjadi persoalan-persoalan baru untuk perekonomian dunia," kata Menko Airlangga.

Dampak paling terasa dari adanya virus Corona yakni akan berimbas pada kondisi pariwisata Indonesia. Di mana, wisatawan mancanegara asal China akan turun drastis. "Sudah pasti pariwisata dari China akan terganggu," kata dia.

(mdk/bim)

Baca juga:
5 Komoditi Ini Bakal Diimpor Pemerintah, Redam Dampak Virus Corona
Bea Impor Bahan Baku Dibebaskan, Menperin Harap Tak Ada Pemain Gelap
216.000 Ton Gula Impor akan Masuk ke RI Akhir Bulan Ini
Pemerintah Buka Keran Impor Bawang Bombai 14.000 Ton
Di Indonesia Langka Akibat Virus Corona, Ekspor Masker Bakal Dilarang Pemerintah
Jaga Kesejahteraan Petani, Pemerintah Diminta Hati-Hati dalam Impor Pangan
Shopee Bakal Perluas Pangsa Ekspor ke Filipina

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami