BPS Catat Upah Asisten Rumah Tangga Febuari 2020 Rp401.916 per Bulan

BPS Catat Upah Asisten Rumah Tangga Febuari 2020 Rp401.916 per Bulan
UANG | 16 Maret 2020 14:36 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata upah nominal asisten rumah tangga pada Februari 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,10 persen yaitu dari Rp419,319 per bulan menjadi Rp419.739 per bulan. Namun, upah buruh riil nya turun sebesar 0,18 persen.

"Yaitu dari Rp401.916 per bulan menjadi Rp401.203 per bulan," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Yunita Rusanti, dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Senin (16/3).

Sementara itu, rata-rata upah nominal buruh tani pada Februari 2020 juga naik sebesar 0,23 persen dibanding upah buruh tani Januari 2020, yaitu dari Rp55.046 menjadi Rp55.173. Namun, upah riil turun sebesar 0,25 persen dibanding Januari 2020, yaitu dari Rp52.360 menjadi Rp52.232.

"Upah buruh tani kenapa nominal turun karena lebih dipengaruhi indeks konsumsi rumah tangga waktu kita hitung nilai tukar petani atau inflasi perdesaan 0,48 persen, jadi inflasinya 0,48 persen sehingga sebabkan upah buruh rill turun 0,25 persen," jelas dia

Di samping itu, BPS juga mencatat rata-rata upah nominal buruh bangunan (tukang bukan mandor) Februari 2020 dibanding Januari 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen, yaitu dari Rp89.478 menjadi Rp89.621. Upah riil Februari 2020 dibanding Januari 2020 turun sebesar 0,12 persen, yaitu dari Rp85.764 menjadi Rp85.663.

Selanjutnya, upah nominal buruh potong rambut wanita per kepala rata-rata Februari 2020 dibanding Januari 2020 juga mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen, yaitu dari Rp28.510 menjadi Rp28.522. Upah riil Februari 2020 dibanding Januari 2020 turun sebesar 0,24 persen, yaitu dari Rp27.327 menjadi Rp27.262. (mdk/bim)

Baca juga:
Satgas Nilai Wajar Buruh Kritik Omnibus Law Cipta Kerja
Tak Kasih Uang Pemanis ke Pekerja, Perusahaan Dapat Sanksi?
Pemerintah Sebut Omnibus Law Tak Hilangkan Upah Minimum Buruh
Menko Airlangga: Skema Upah Minimum Ditetapkan Gubernur Daerah Masing-Masing
AJI Jakarta: Upah Layak Jurnalis Sebesar Rp8 Juta
Omnibus Law Dinilai Dapat Turunkan Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi
Buruh Bakal Terus Lakukan Aksi Penolakan Omnibus Law, Ini Alasannya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami