BPS: Deflasi Februari 2019 Dipicu Penurunan Harga Pertamax

UANG | 1 Maret 2019 11:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,08 persen pada Februari 2019. Ini berbanding terbalik dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi yang sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 yang sebesar 0,32 persen (mtm).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan, deflasi terjadi karena penurunan harga beberapa kebutuhan pokok. Antara lain yaitu, daging ayam ras (0,06 persen), cabai merah (0,06 persen), telur ayam ras (0,05 persen), bawang merah (0,04 persen), cabai rawit (0,02 persen), ikan segar (0,01 persen), wortel (0,01 persen), jeruk (0,01 persen) dan bensin.

Selain itu, penurunan harga bensin non subsidi yaitu Pertamax dan Pertamax Turbo juga berpengaruh membuat deflasi Februari 2018.

"Untuk bensin, per 10 Februari kemarin ada penurunan kan ya, Pertamax dan Pertamax Turbo. Bobot Pertamax lebih tinggi dari pada Pertamax Turbo. Itu menyumbang deflasi Februari ini," ungkap Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

Tercatat hanya kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi sebesar 0,24 persen, sementara 6 kelompok pengeluaran lainnya sumbang inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen terhadap deflasi nasional.

Reporter: Atikah

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BPS Catat Deflasi 0,08 Persen Pada Februari 2019
Bank Indonesia Nilai Langkah Pemerintah Kendalikan Inflasi Berjalan Baik
Menko Luhut: Inflasi Era Presiden Jokowi Jadi Capaian Terbaik
Survei BI: Februari Akan Terjadi Deflasi 0,07 Persen
Survei BI: Inflasi Minggu Pertama Februari 0,07 Persen
Menko Darmin Sebut Inflasi Januari 0,32 Persen Lebih Baik Dibanding Tahun Lalu

(mdk/idr)