BPS Ingatkan Pemerintah Waspadai Musim Kemarau

UANG | 2 September 2019 15:02 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto meminta kepada pemerintah untuk mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober 2019 mendatang.

Menurutnya, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga pasokan produksi bahan pangan. Sebab, komponen tersebut kerap memberikan andil terhadap inflasi.

"Musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung sampai dengan bulan Oktober pasti akan berdampak pada produksi bahan pangan. Itu perlu diwaspadai pemerintah untuk menjaga pasokan," ujar Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Senin (2/9).

Berdasarkan catatan BPS, kelompok bahan makanan pada Agustus 2019 menjadi penyumbang inflasi pada periode tersebut. Komoditas dominan yang memberi andil inflasi yakni adalah cabai merah yang menyumbang sebesar 0,01 persen, dan cabai rawit sebesar 0,07 persen

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro mengingatkan pentingnya antisipasi atas datangnya musim kemarau yang dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian.

Darori mengatakan, potensi terjadinya puso dan gagal panen pada tahun ini bisa diantisipasi melalui sistem pengairan yang baik. Namun, pemeliharaan waduk maupun saluran irigasi yang ada saat ini belum sepenuhnya dilakukan dengan optimal.

"Ketika kita butuh air, justru kita tidak punya air. Maka saya usulkan kepada pemerintah, selain membangun waduk baru, waduk lama juga dipelihara. Sehingga bisa digunakan masyarakat di musim kemarau," kata Darori.

Selain itu, dia mengharapkan pemerintah juga memberikan perhatian kepada kebijakan subsidi usai masa panen bagi para petani dan jaminan atas kepastian harga hasil panen.

Baca juga:
Bos BPS Sebut Pergerakan Harga di Ibu Kota Baru Terkendali
Bos BPS Sebut Belum Ada Laporan Dampak Ekonomi dari Kerusuhan Papua
BPS: Tingkat Hunian Kamar Hotel Juli 2019 Naik 4,46 Persen
Nilai Tukar Petani Naik 0,58 Persen di Agustus 2019
BPS Catat Inflasi Agustus 2019 Sebesar 0,12 Persen
Dari Pantauan BI, Inflasi Agustus Diprediksi Sebesar 0,15 Persen

(mdk/azz)