Budi Waseso Geram Mafia BPNT Jiplak Karung Bulog untuk Jelekkan Pemerintah

UANG | 23 September 2019 19:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Perum Bulog akan meningkatkan kualitas beras yang dijualnya. Selain itu, perusahaan pelat merah ini akan memperbaiki kemasan, sehingga bebas dari kutu dan tidak bisa dipalsukan oleh mafia penyaluran ‎Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)‎.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, pihaknya akan melakukan perubahan kemasan beras dengan metode memvakum, hal ini untuk meningkatkan kualitas beras dan menghindari pemalsuan kemasan beras Bulog. Selama ini, ada beras dengan kualitas rendah yang dibungkus dengan kemasan berlabel Bulog.

"Saya akan terus mengubah produk saya supaya tidak dijiplak selama ini karung kita ditiru, dipalsukan, bagaimana menjelekan pemerintah dengan beras Bulog," kata Budi, di Jakarta, Senin (23/9).

Selain menghindari pemalsuan beras yang mengatasnamakan Bulog, ‎kemasan vakum juga untuk meningkatkan kualitas beras yang dijual, sebab kutu beras tidak bisa hidup dengan kondisi kemasan tanpa udara.

"Beras kita vakum menjamin kutu tidak hidup, ini diproses bagus dan bisa disimpan 6-7 bulan masih bagus," tuturnya.

Menurut Budi, memvakum ‎kemasan beras merupakan bukti Bulog hadir untuk masyarakat, dengan menghadirkan beras berkualitas sehingga masyarakat menikmati pangan dengan layak.

"Kita pastikan beras berkualitas. Ini bukti Bulog selalu ingin hadir dan berkualitas," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Bulog Diserang Mafia

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyebut bahwa perusahaannya diserang mafia penyaluran ‎Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)‎. Caranya yaitu dengan menyebar kabar buruknya kualitas beras Bulog.

Budi mengatakan, ‎belakangan ini tersebar video mengenai buruknya kualitas beras Bulog. Hal tersebut merupakan rekayasa bentuk perlawanan dari pihak yang melakukan praktik mafia dari penyaluran paket BPNT yang terdiri dari beras dan telur.

"Kemarin sudah viral beras Bulog bau tidak baik, ternyata yang dimasukkan rekaman video diviralkan di Youtube dan beberapa media sosial. Itu salah satu bukti indikasi rekayasa," kata Budi di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (23/9).

Menurut Budi, ada pihak yang ingin menjatuhkan Bulog dalam membongkar praktik mafia penyaluran BPNT, dengan menyalurkan beras kualitas rendah yang dibungkus karung beras yang dilabeli beras Bulog‎.

‎"Jadi kemarin beras Bulog bau, itu mau bangun opini Bulog jelek. kita sudah buktikan kok beras kita mekanismenya jelas," tuturnya.

Budi pun berani membuktikan praktik ‎praktik mafia tersebut, tersebarnya video mengenai beras Bulog akan menjadi pintu masuk pihak kepolisian melakukan penelusuran pihak yang terlibat praktik mafia dalam penyaluran BPNT.

"kita buktikan secara lengkap, kita lihat prosesnya akan ditelusuri Bareskrim,tidak hanya satgas pangan nanti termasuk tim cyber,"‎ tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Fakta Mafia Penyaluran BPNT, dari Modus Hingga Penyelewengan Anggaran
Budi Waseso: Bulog Diserang Mafia Penyaluran BPNT
Mafia Penyaluran BPNT Bisa Untung Rp9 Miliar per Bulan
Bos Bulog Tak Yakin Bisa Serap 1,8 Juta Ton Beras di 2019
Budi Waseso: Bulog Punya Utang Rp28 Triliun
Bulog Datangkan Sisa 18.000 Daging Kerbau Impor Secara Bertahap