Bukalapak Sasar Pedesaan Genjot Ekonomi dan Penetrasi Pasar

Bukalapak Sasar Pedesaan Genjot Ekonomi dan Penetrasi Pasar
UANG | 11 September 2020 17:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden BukaLapak Teddy Oetomo menyampaikan, melalui program Mitra Bukalapak, pihaknya ingin meningkatkan ekonomi pedesaan sekaligus menggenjot penetrasi pasar. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu inovasi Bukalapak dalam memajukan perusahaan ataupun membantu masyarakat kecil mengatasi masalahnya.

"Penetrasi e-commerce di Indonesia itu rendah sekali, hanya 5-6 persen. Kalau mau ditilik secara logika, mungkin orang-orang akan berpikir kalau kota-kota besar menjadi penyumbang angka penetrasi paling besar. Hal ini disebabkan kecilnya penetrasi digital dan inklusi keuangan di kota kecil," ujar Teddy dalam sesi Webinar "Kiat BukaLapak Ciptakan Dampak bagi Keadilan Ekonomi" pada Jumat (11/9).

Menurut Teddy, hal ini sebetulnya tidak bisa dibiarkan karena yang membutuhkan e-commerce bukan hanya kota-kota besar. Terlebih, kebanyakan kota besar sudah memiliki mal ataupun pusat perbelanjaan yang bisa didatangi kapan saja. Sedangkan, di pedesaan atau daerah, masyarakat hanya memiliki warung sebagai tempat untuk membeli kebutuhan sehari-harinya.

Oleh karena itu, melalui fitur Mitra Bukalapak, BukaLapak tidak hanya menjalani misi utamanya untuk mendekatkan UMKM dengan teknologi, tetapi juga mempermudah masyarakat untuk mendapat pendapatan tambahan. Alhasil, hampir 70 persen bisnis dari Mitra BukaLapak tidak berasal dari 5 kota besar di Indonesia (Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang).

"Pertumbuhan kita tidak hanya datang dari promosi, tetapi juga berasal dari mitra dan virtual product. Marketshare kita juga stabil dan kuat," kata Teddy.

Baca Selanjutnya: Bukalapak Ingin Bisnis yang Berkesinambungan...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami