Bukan di China, Ini Alasan Uji Klinis Vaksin Corona Dilakukan di Indonesia

Bukan di China, Ini Alasan Uji Klinis Vaksin Corona Dilakukan di Indonesia
UANG | 14 Agustus 2020 13:38 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Pemerintah tengah melakukan uji klinis tahap ketiga vaksin covid-19 dari perusahaan asal China, Sinovac. Pada Selasa (11/8) PT Bio Farma telah menyuntikan vaksin ke 1.620 relawan sebagai uji klinis tahap ketiga.

Manajer Senior Integrasi Riset dan Pengembangan PT Bio Farma sekaligus Peneliti Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Neni Nurainy mengatakan, pembuatan vaksin di tengah kondisi pandemi harus berpacu dengan waktu. Oleh karena itu, Indonesia melakukan kolaborasi dengan Sinovac dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dalam uji coba klinis vaksin.

"Sebagai strategi jangka pendek dan menengah serta belum tersedianya juga vaksin merah putih, kami melakukan kerjasama dengan CEPI dan Sinovac supaya dapat segera memenuhi kebutuhan vaksin di masyarakat," kata Neni di sesi Diskusi Daring yang diselenggarakan Katadata pada Jumat (14/8).

Dia menjelaskan alasan uji klinis dilakukan di Indonesia bukan di China. Menurutnya, ada empat poin utama yang menjadi rujukan perusahaan untuk mengambil kebijakan yang menuai polemik ini.

Pertama, uji klinis fase tiga sebaiknya dilakukan di lokasi dengan kasus positif Covid-19 masih tinggi. Seperti diketahui penularan virus mematikan asal Wuhan di Indonesia terus meningkat. Sebaliknya di China angka penularan Covid-19 telah berhasil ditekan.

"Uji fase tiga memang sebaiknya dipilih dengan kasus covid-19 masih tinggi, sehingga dilakukan bukan di China. Ini untuk mendapat gambaran dengan berbagai ragam populasi dan data yang lebih kompleks," imbuhnya.

Baca Selanjutnya: Kedua harus dilakukan di berbagai...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami