Bulog Masih Simpan Beras Impor Tahun 2017 Sebanyak 900.000 Ton

Bulog Masih Simpan Beras Impor Tahun 2017 Sebanyak 900.000 Ton
Direktur Utama BULOG Budi Waseso. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia
UANG | 27 Februari 2020 11:43 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menyimpan beras eks impor sebanyak 900.000 ton. Beras tersebut merupakan bekas kuota impor tahun 2017.

"Saya perlu sampaikan, yang beras eks impor di seluruh Indonesia itu kurang lebih masih ada 900.000 ton dari kita import 1,8 juta ton. Itu impornya tahun 2017, masuknya Februari secara keseluruhannya 14 Februari 2018," ujar Budi di Kantor Bulog Pulogadung, Jakarta, Kamis (27/2).

Menurutnya, kualitas beras impor tersebut masih terjaga hingga kini. Sebab, ketika melakukan impor pada 2017 Bulog memilih beras dengan standarisasi yang ketat.

"Kita menyimpan ini sebaik mungkin sehingga kualitas mutu masih terjamin. Karena apa? Memang beras impor itu kualitasnya bagus, karena mereka melalui akses yang benar, artinya melalui dryer, pengeringan sempurna proses penggilingannya juga sempurna," jelasnya.

Ke depan, Bulog akan meniru cara negara negara asing mempertahankan kualitas beras. Agar kondisi beras yang sama juga terjadi pada beras produksi petani dalam negeri.

"Ini sekarang kita juga sudah berupaya seperti itu, seperti di negara-negara lain. Untuk mengolah beras dimana kita harus melalui proses ada dryernya sehingga padi dari masyarakat itu diyakini kualitasnya bagus. Keringnya maksimal itu yang sedang kami upayakan," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Stok Beras Aman Hingga Lebaran...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami