BUMN belum tau rencana pemindahan pabrik PT Pindad dan PT DI ke Lampung

UANG | 29 September 2017 13:59 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian badan Usaha Milik Negara (BUMN), Fajar Harry Sampurno mengaku belum mengetahui rencana Kementerian Pertahanan untuk merelokasi atau memindahkan pabrik industri pertahanan yaitu PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pindad dan PT PAL Indonesia.

"Belum ada, kita juga belum diberitahu (Menhan), kita juga baru taunya dari media," kata Fajar di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/9).

Dia menambahkan, kementerian memang pernah melakukan kajian awal terkait kebutuhan lahan untuk galangan kapal, bukan untuk relokasi industri pertahanan. Namun, belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai kebutuhan lahan tersebut.

"Kita juga sama sekali belum ada komunikasi, memang ada rencana pemanfaatan lahan, khususnya galangan kapal. Tapi belum ada pembicaraan lebih lanjut," imbuhnya.

Sebagai informasi, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, agar industri pertahanan lebih kuat dan profesional maka di antaranya PT Dirgantara Indonesia, PT PAL hingga PT Pindad akan direlokasi.

Untuk itu, Kementerian Pertahanan telah menyiapkan lahan kurang lebih sekitar 10 hektar (ha). Meski demikian, pihaknya masih mencari lokasi yang tepat, dengan kemungkinan besar Lampung menjadi pilihan.


Garap proyek CPC, PT Pertamina bakal ditongkrongi Menteri Rini
Sindiran Menteri Rini: Pertamina sering order kapal, tapi bukan ke BUMN kita
Bos PT PAL harap sinergi BUMN beri nilai tambah industri perkapalan RI
PT Pertamina dan BUMN perkapalan kerja sama tingkatkan industri kapal RI
Majukan pariwisata, ITDC sabet juara umum Indonesia Sustainable Tourism Award

(mdk/idr)