BUMN: Hanya jadi Penjamin, Pemerintah Tak Setor APBN ke Garuda Indonesia

BUMN: Hanya jadi Penjamin, Pemerintah Tak Setor APBN ke Garuda Indonesia
UANG | 2 Juni 2020 12:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menegaskan, pemerintah tidak mengeluarkan anggaran sepeserpun untuk memberikan dana talangan sebesar Rp8,5 triliun kepada PT Garuda Indonesia.

Arya mengatakan, pemerintah dalam hal ini hanya berposisi sebagai pihak penjamin utang kepada Garuda yang memiliki utang sukuk global dengan nilai penerbitan sebesar USD 496,84 juta yang jatuh tempo pada 3 Juni 2020.

"Pemerintah hanya menjadi penjamin, dana didapat dari Garuda Indonesia. Bisa dari mana-mana, bisa dari bank, permodalan, dan sebagainya. Tapi itu bukan dana APBN. Perlu diluruskan, bahwa dana talangan bukan APBN," tegasnya dalam sesi diskusi online, Selasa (2/6).

"Jadi pemerintah fungsinya hanya sebagai penjamin, bukan sebagai pemberi dana," dia menambahkan.

1 dari 1 halaman

Bukan PMN

rev1

Arya menjelaskan, Garuda tidak mungkin menerima dana berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah lantaran maskapai pelat merah tersebut sebagian sahamnya sudah dimiliki oleh pihak swasta.

"Karena yang bisa terima APBN itu adalah perusahaan yang 100 persen dimiliki pemerintah. Jadi Garuda 60 persen dimiliki pemerintah, sisanya swasta dan sebagainya. Jadi tidak boleh Garuda terima dana dari pemerintah," tuturnya.

"Pemerintah tidak mungkin bisa masukan dananya langsung ke Garuda, dan dana talangan itu bukan APBN yang diberikan kepada Garuda. Tapi pemerintah menjamin Garuda beri pinjaman," dia menandaskan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
BUMN Minta Garuda Indonesia Terima Konsekuensi Pembatalan Haji 2020
Bos Garuda Indonesia Bantah Dana Talangan Rp8,5 Triliun untuk Bayar Utang
Jaga Operasional, Garuda Indonesia PHK Pilot Berstatus Kontrak
Penumpang Garuda Indonesia dari dan Menuju Jakarta Wajib Punya SIKM
Garuda Indonesia Istirahatkan 70 Persen Pesawat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5