Buruh Nilai Pemerintah Langgar Undang-Undang Terkait Omnibus Law

Buruh Nilai Pemerintah Langgar Undang-Undang Terkait Omnibus Law
UANG | 17 Februari 2020 10:09 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Deputi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI), Muhammad Rusdi, menyebut pihaknya tegas menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang diusulkan pemerintah. Dia menilai proses pembahasan RUU Omnibus Law yang berlangsung tertutup melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Bahasan RUU Omnibus itu dari awal tertutup, bertentangan dengan undang-undang," ungkapnya dalam acara konferensi pers di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, kemarin.

Rusdi juga mengutarakan rasa kekecewaan terhadap pemerintah, karena tidak dilibatkannya perwakilan buruh dalam proses penyusunan Omnibus Law Cipta Kerja.

"KSPI tidak pernah diundang dan tidak pernah diminta pandangan oleh menko perekonomian, masuk ke dalam tim yang dibentuk berdasarkan SK Menko Perekonomian No.121 Tahun 2020," tegasnya.

Dia pun, memastikan bahwa KPSI tidak bertanggung jawab terhadap setiap pasal di Omnibus Law Cipta Kerja. "Karena draf nya sendiri sudah diserahkan pemerintah ke pimpinan DPR ibu Puan Maharani," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Pemerintah Sebut Seluruh Serikat Buruh Sudah Diajak Komunikasi

seluruh serikat buruh sudah diajak komunikasi

Pernyataan berbeda dikemukakan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang memastikan pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja sudah melibatkan seluruh konfederasi serikat pekerja. Sehingga menurutnya sudah tidak ada lagi masalah mengenai isi daripada draf omnibus law tersebut.

"Jadi beberapa konfederasi 10 konfederasi sudah diajak dialog. Dengan menteri tenaga kerja," kata Menko Airlangga di temui di DPR, Jakarta.

(mdk/bim)

Baca juga:
Kritik RUU Omnibus Law, Bima Arya Sebut Pemerintahan Jokowi Cenderung Otoriter
RUU Omnibus Law Cipta Kerja: Pemerintah Hapus Cuti Panjang Pekerja
Tak Dilibatkan Pemerintah, Buruh Curiga RUU Omnibus Law Untungkan Pekerja Asing
KSPI: Batasan Kontrak Kerja Dihapus, Buruh Terancam Kehilangan Pesangon
RUU Omnibus Law: Tenaga Kerja Asing Dapat Dipekerjakan di Jabatan Tertentu
Ada Omnibus Law, Buruh Ngaku Diintimidasi Perusahaan Agar Ambil Pensiun Dini
RUU Omnibus Law Cipta Kerja: Jam Lembur Buruh Diperpanjang Jadi 4 Jam Sehari

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami