Cadangan devisa RI di Oktober turun, ini alasannya menurut ekonom

UANG | 7 November 2017 20:13 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2017 mencapai USD 126,5 miliar. Angka ini lebih rendah dibanding akhir September 2017 yang tembus USD 129,4 miliar.

Ekonom Bank DBS, Gundi Cahyadi mengatakan, penyebab turunnya cadangan devisa karena adanya ketidakpastian di capital market. Ini membuat nilai tukar Rupiah terhadap USD bergerak melemah.

"Mungkin karena dari segi capital marketnya uncertainty-nya masih banyak, masuki tahun 2018, trending USD ke Rupiah kita lihat sedikit naik," ungkapnya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/11).

Gundi bahkan mengatakan penurunan cadangan devisa masih akan terjadi hingga akhir tahun ini. Dia memprediksi hingga akhir 2017 cadangan devisa akan turun ke kisaran USD 125 miliar.

"Mungkin bahkan sampai akhir tahun, tinggal 1-2 bulan lagi kita lihat 125-an ya," kata dia.

Meski demikian, dia berpandangan hal tersebut tidak perlu dicemaskan. "Nggak usah takut. Jangan buat takut. 'Wah sudah turun lagi'. Sebagai analis kita lihat USD 126 miliar (posisi cadangan devisa Oktober), UDS 125 miliar bedanya nggak banyak," ujarnya.

Posisi cadangan devisa Indonesia saat ini masih lebih tinggi dari perkiraannya di awal tahun. "Sejujurnya di awal tahun kita lihat Indonesia comfortable di USD 110 miliar, USD 115 miliar. USD 125 miliar ini jauh lebih baik dari perkiraan kita," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Jaga nilai tukar Rupiah, cadangan devisa Oktober 2017 turun jadi USD 126,5 miliar
Per September 2017, BI catat USD 10,7 miliar dana asing masuk Indonesia
2019, sektor pariwisata diprediksi jadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia
September 2017, cadangan devisa RI naik USD 600 juta
Naik USD 1 M, cadangan devisa Agustus 2017 kembali cetak sejarah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.