Cadangan devisa RI kembali turun jadi USD 125,87 M di November 2017

UANG | 8 Desember 2017 17:42 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Bank Indonesia mencatatkan cadangan devisa Indonesia sebesar USD 125,87 miliar di akhir November 2017 ini. Angka ini turun dibanding akhir bulan lalu yang tercatat mencapai USD 126,55 miliar.

Dalam keterangan resmi Bank Indonesia, posisi cadangan devisa pada akhir November 2017 tersebut cukup untuk membiayai 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Penurunan cadangan devisa pada November 2017 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Selain itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sejalan dengan kebutuhan pembayaran kewajiban valas penduduk.

Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Hal tersebut didukung oleh kondisi perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja ekspor yang membaik, dan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif.

Baca juga:
Bos BI prediksi inflasi minggu pertama Desember capai 0,41 persen
BI pastikan migrasi ke kartu debit berlogo GPN gratis
BI buktikan pembangunan infrastruktur bisa genjot pertumbuhan ekonomi
Usai Yen dan Euro, BI kini terima hedging Renminbi
BI keluarkan aturan Fintech, salah satunya soal penggunaan uang virtual

(mdk/idr)