Cara Masyarakat Menyikapi Varian Omicron Sesuai Anjuran Pemerintah

Cara Masyarakat Menyikapi Varian Omicron Sesuai Anjuran Pemerintah
Indonesia dipastikan mengalami resesi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
EKONOMI | 1 Desember 2021 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Varian B.1.1.529 atau Omicron merupakan varian terbaru dari virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada 9 November.

Pada awal kemunculannya, WHO memasukkan Omicron dalam kategori variant under monitoring (VUM) atau varian dalam pemantauan. Kategori Omicron naik menjadi varian yang mengkhawatirkan atau variant of concern (VOC) pada Jumat (26/11).

Menurut Ulrich Elling, seorang pemimpin penelitian di Wina, Austria, Omicron memiliki tingkat penularan yang 500 persen lebih tinggi dari varian Delta.

"500 persen lebih menular daripada Delta. Hampir tidak mungkin untuk menahan penyebaran varian Omicron bahkan dengan lockdown," jelasnya dikutip Express.co.uk.

Varian Omicron telah menyebar hampir di seluruh provinsi di Afrika Selatan. Lebih jauh, varian ini telah ditemukan di beberapa negara lain seperti Jerman, Italia, Inggris, Hongkong, Belgia, Botswana, Israel, Belanda, dan Australia.

Bagaimana sebaiknya masyarakat menyikapi varian omicron ini? Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah anjuran pemerintah.

2 dari 4 halaman

1. Tak Panik dan Perketat Protokol Kesehatan

panik dan perketat protokol kesehatan rev1

Pemerintah telah mengambil langkah-langkah kebijakan yang telah diumumkan sebelumnya dan akan terus mengevaluasi kebijakan setiap saat untuk meminimalisasi dampak dari masuknya varian baru ini.

Menko Luhut meminta agar masyarakat tidak panik karena varian Omicron. "Kita hanya perlu waspada dan berjaga-jaga dengan kembali mengetatkan penerapan protokol kesehatan yang sudah mulai terlihat abai ini," jelasnya.

Selain itu, pemerintah melihat mobilitas masyarakat di Jawa-Bali meningkat signifikan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dia pun mewanti-wanti masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan secara ketat setelah adanya potensi lonjakan kasus Covid-19.

"Berdasarkan hasil survey Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat sudah cukup signifikan dibandingkan data pada periode Nataru 2020 dan mendekati periode Libur Idul Fitri 2021. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat," pinta Menko Luhut.

3 dari 4 halaman

2. Harus Waspada

waspada rev1

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, sebab pandemi covid-19 belum berakhir. Apalagi, baru-baru ini muncul varian omicron yang lebih berbahaya dari varian sebelumnya.

"Kita harus tetap waspada karena pandemi belum berakhir, dan di 2022 pandemi covid masih menjadi ancaman dunia dan juga ancaman bagi negara kita Indonesia. Selain varian lama di beberapa negara telah muncul varian baru, varian omicron yang harus menambah kewaspadaan kita," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan, antisipasi dan mitigasi perlu disiapkan sedini mungkin, agar tidak mengganggu kesinambungan program reformasi serta pemulihan ekonomi nasional yang sedang dilaksanakan.

4 dari 4 halaman

3. Segera Vaksin

vaksin rev1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akselerasi vaksinasi Covid-19 menjadi bekal hadapi ancaman varian omnicron dari Afrika Selatan.

"Diharapkan realisasi vaksinasi bisa menjadi bekal menghadapi varian baru yakni omnicron," kata Menteri Sri Mulyani.

Dia menyebut sudah ada 284,juta dosis sudah disuntikkan kepada masyarakat, artinya sudah ada 52,5 persen penduduk Indonesia yang telah divaksin.

Dari realisasi tersebut diasumsikan sudah 1,5 juta vaksin tersuntik setiap hari. Sementara, target pemerintah sebesar 2 juta vaksin tersuntik setiap hari.

Tujuannya agar sampai akhir tahun 2021, vaksin Covid-19 telah disuntikkan kepada 55 persen penduduk. "Kalau bisa dilakukan 2 juta dosis per hari jadi akn mencapai 301 juta dosis di akhir tahun," kata dia.

  (mdk/bim)

Baca juga:
Tangkal Omicron, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi di Pasar Tradisional
Fakta Mutasi Virus Corona Varian Omicron Berkembang di Afrika
Sri Mulyani Tak Ingin Varian Covid-18 Omicron Ganggu Pemulihan Ekonomi
Dua Wisatawan Positif Varian Omicron Sempat Transit di Bandara Changi Singapura
Ahli Epidemiologi: Kasus Covid-19 di Afrika Selatan Bisa Naik Tiga Kali Lipat
Biden: Tidak Perlu Panik karena Varian Omicron
CEK FAKTA: Benarkah Varian Omicron Sudah ada Sejak Juli? Simak Faktanya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami