Cari Dana Penanganan Covid-19, Pemerintah Disarankan Jual SUN Ketimbang Utang ke IMF

Cari Dana Penanganan Covid-19, Pemerintah Disarankan Jual SUN Ketimbang Utang ke IMF
UANG | 10 April 2020 20:21 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mendorong pemerintah memaksimalkan lelang surat utang negara (SUN) untuk mendanai penanganan wabah virus corona. Cara ini dianggap lebih efektif dan fleksibel ketimbang mendapatkan dana segar dari pinjaman luar negeri alias utang.

Dalam pandangan Misbakhun, di kondisi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini, lembaga keuangan global memiliki keterbatasan dana. Misbhakun menyebut Bank Dunia dan IMF hanya memiliki dana USD 150.000 triliun. Namun dana tersebut harus dibagikan juga kepada berbagai negara yang juga mengalami krisis.

"Semua negara di dunia juga antre untuk mendapatkan dana itu, ada berbagai persyaratan juga yang harus dipenuhi. Sementara kita membutuhkan dana yang sifatnya fleksibel," kata Misbakhun dalam diskusi virtual bersama IKANAS MUD4, Jakarta, Jumat (10/4).

Saat ini, pemerintah telah mendapatkan pinjaman luar negeri sebanyak USD 4,3 miliar. Global Bond ini bertenor 50 tahun. Namun jumlah tersebut dianggap masih kurang untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan.

Dia menyarankan berbagai tawaran pinjaman luar negeri sebaiknya tidak langsung diambil. "Kalau bisa jangan langsung diambil," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Jual SUN ke Bank Indonesia

ke bank indonesia rev1

Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah menerbitkan SUN yang dijual kepada investor asing dan domestik. Namun jika pasar tidak mampu menyerap SUN yang diterbitkan dia meminta Bank Indonesia membelinya.

Apalagi dalam Perppu Nomor 1 tahun 2020 terkait penanganan wabah Covid-19, bank sentral diperbolehkan membeli SUN dari pasar primer. Pembelian SUN tersebut mendorong Bank Indonesia mencetak uang baru.

"SUN dibeli bank sentral dengan cara mencetak uang yang digunakan untuk pemerintah," kata politikus Partai Golkar ini.

Dia menyadari, pencetak uang dari Bank Indonesia bisa menimbulkan inflasi yang tinggi. Untuk mengatasi ini dia mengusulkan pencetakan uang disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah.

"Saya bisa memahami menjual ke pasar keuangan membuat pemerintah berutang ke swasta tapi itu lebih baik karena tidak memikirkan berbagai persyaratan. Pemerintah hanya membayar pokok dan bunga yang mereka (investor) inginkan," kata Misbakhun. (mdk/idr)

Baca juga:
Perppu Corona: Bank Indonesia Boleh Beli Surat Utang Negara
LPS Pertimbangkan Terbitkan Surat Utang untuk Tambah Modal
Jaga Ketahanan Ekonomi, Sri Mulyani Bakal Terbitkan Surat Utang Corona
Dibantu Surat Utang Pandemi Bond, Bos BI Optimis Cadangan Devisa Kembali Naik
4 Risiko dari Anggaran Stimulus Rp405,1 Triliun untuk Redam Dampak Corona
Terbesar dalam Sejarah, Indonesia Terbitkan Global Bonds USD 4,3 Miliar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami